mobilinanews.com(Jakarta)-Penyuka riding jauh alias turing, lampu utama menjadi hal yang diprioritaskan. Apalagi saat berkendara di malam hari, butuh penerangan maksimal dan gak menggangu kendaraan lainnya. Selain itu, juga butuh konsentrasi tinggi kalau cahaya minim.
“Biar aman, lampu standar di motor gue ganti sama HID (High Intensity Discharge) dengan intensitas cahaya yang lebih terang. Selain itu, perjalanan dimalam hari semakin terang dan jelas,” ungkap Andri Jatnika, pemilik Kawasaki Ninja 250R FI.
Buat yang ingin pasang lampu HID di Ninja 250 injeksi, caranya cukup mudah, kok. Karena sistem pengapian di tunggangan tersebut sudah searah alias DC. So, tinggal colok saja dan yang belum paham, bisa simak ulasan berikut.
“Pilihan lampu HID cukup banyak, ada yang 4300K (Kelvin), 6000K, 8000K, 10.000K dan 12.000K. Range harga berkisar Rp 750 ribu sampai Rp 1 jutaan. Untuk pancaran cahaya yang aman cukup memakai ukuran 6000K dengan daya ballast 55 watt,” Donny Alfariza, owner Don’z Autobodywork.
Sambil menunggu bedug adzan Maqrib siapkan kunci-kunci, diantaranya L-4, L-5 dan T-10 buat membuka fairing si ninin. Setelah dilepas dilanjutkan menyusun kabel set dari lampu HID di rangka. Kabel merah dan hitam dari kabel set disambungkan ke aki plus (+) dan minus (-).
Lalu, fiting lampu orisinal dan bohlam bawaan motor dilepas serta soketnya. Dilanjutkan, soket yang dilepas tadi disambungkan ke terminal kabel HID. Setelah itu masukkan bohlam HID ke reflektor double lamp di ‘ninin nopekgo’ tersebut. Jangan lupa, pengait bohlam diikat juga, loh!
Karena lampu standarnya sudah sistem AHO (Automatic Headlight On), seperti tunggangan lainnya. Maka, biar gak digebukin sekampung saat masuk gang, bisa diberikan sakelar tambahan.
“Kabel merah dari aki dibagi dua (dipotong) dan disatukan ke sakelar (On/Off) baru. Tapi, kalo mau pake sakelar Ninja lama, tinggal sambung kabel sakelar lampu warna kuning dan merah ke kabel set HID dari aki,” paparnya.
Untuk penempatan ballast atau modul lampu tersebut bisa diikatkan dengan cable ties pada rangka fairing (kiri) dan yang kanan bisa ditaruh diatas kiprok dengan lem perekat double tape dan cable ties.
Jika sudah selesai, tinggal mengetes dari komponen tersebut. Nyala atau belum? Kalo sudah oke, tinggal merakit kembali fairing yang dilepas tadi. Jangan lupa, soket-soket dicek kembali, bro.