Krisis BBM Meluas, SPBU Swasta Lumpuh Karyawan Dirumahkan, Bertahan Hidup Jual Oli Lewat TikTok

Kamis, 13/11/2025 13:35 WIB
Ade Nugroho


Krisis BBM Meluas, SPBU Swasta Lumpuh Karyawan Dirumahkan, Bertahan Hidup Jual Oli Lewat TikTok
Krisis BBM Meluas, SPBU Swasta Lumpuh Karyawan Dirumahkan, Bertahan Hidup Jual Oli Lewat TikTok

mobilinanews.com (Jakarta) - Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin non-diesel tengah menghantam keras sejumlah SPBU swasta di Indonesia. Sudah hampir dua bulan, beberapa jaringan seperti Shell, Vivo, dan Exxon kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar, hingga terpaksa menutup dispenser bensin dan hanya menjual solar.

Akibatnya, bukan hanya kendaraan yang sulit mengisi bensin, tetapi nasib para pekerja SPBU pun ikut terancam.

Pendapatan Anjlok, Karyawan Dirumahkan

Salah satu karyawan SPBU swasta, Ardi, mengaku kondisi ini membuat penghasilannya anjlok drastis.
“Sebelumnya bisa kerja 26 sampai 28 hari sebulan, sekarang cuma 10 sampai 13 hari,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com (2/11/2025).

Pendapatannya yang semula sekitar Rp5 juta per bulan kini turun menjadi hanya Rp1,5–2 juta.
Ia berharap pemerintah dan perusahaan segera turun tangan, karena banyak pekerja SPBU swasta yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

BP-AKR Mulai Pulih, Vivo dan Shell Masih Gelap

Dari pantauan lapangan, BP-AKR menjadi satu-satunya jaringan SPBU swasta yang mulai kembali memiliki stok bensin RON 92. Di SPBU BP Margonda Raya, Depok, bahkan terpampang tulisan besar “BP 92 Sudah Tersedia” — tanda bahwa pasokan baru telah tiba sejak akhir Oktober.

Namun, SPBU Vivo dan Shell belum seberuntung itu.
Di Vivo Radar Auri, Depok, hanya tersedia BBM jenis diesel seharga Rp14.410 per liter.
Sementara SPBU Shell Mangunjaya, Bekasi, bahkan sudah menutup layanan bahan bakarnya dan beralih menjual oli demi bertahan hidup.

SPBU Shell Bertahan dengan Jual Oli dan Live TikTok

Devi, Shift Manager SPBU Shell Mangunjaya, mengungkapkan bahwa pihaknya kini hanya membuka bengkel kecil dan fokus pada penjualan pelumas motor.
“Penjualan oli cukup ramai di akhir pekan, tapi sepi di hari biasa,” katanya.

Untuk menutupi kerugian, pihak SPBU melakukan inovasi tak biasa: menjual oli lewat siaran langsung di TikTok.
“Seluruh karyawan perempuan dijadwalkan live TikTok tiga sesi per hari secara bergantian,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan agar SPBU tetap mendapat pemasukan tanpa melakukan PHK besar-besaran.

Meski begitu, tiga dari total 12 karyawan terpaksa dirumahkan sementara sejak 1 Oktober 2025.
Kini hanya sembilan orang yang masih aktif bekerja, dengan jam operasional dipangkas dari pukul 07.00–22.00 menjadi 07.00–19.00 WIB.

Tak Ada PHK, Tapi Jam Kerja dan Tugas Diubah

Devi menegaskan bahwa karyawan yang dirumahkan bukan di-PHK, melainkan menunggu hingga pasokan BBM kembali normal.
Sementara sembilan karyawan aktif kini dilatih ulang agar lebih fleksibel.

“Yang laki-laki dilatih jadi montir dan ganti oli, yang perempuan di kasir sekaligus jualan lewat live TikTok,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, gaji tetap dibayarkan penuh tanpa pemotongan.

Kebijakan ini dilakukan oleh pemilik SPBU, Bambang, sebagai upaya mempertahankan operasional minimal tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan yang tersisa.

Akar Masalah: Campuran Etanol dan Kuota Impor BBM

Krisis ini berawal dari habisnya kuota impor BBM untuk perusahaan swasta.
Pemerintah menegaskan tidak akan menambah kuota tersebut, karena tengah mendorong penggunaan bensin campuran etanol (E10 dan E20).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut langkah ini penting untuk mengurangi impor bensin dan mendukung energi hijau nasional.
“Etanol berasal dari jagung, tebu, singkong. Selain menekan impor, juga menciptakan lapangan kerja baru,” kata Bahlil.

Namun, SPBU swasta menolak menggunakan BBM dari Pertamina karena menganggap kandungan etanolnya terlalu tinggi, yang bisa memengaruhi kualitas produk mereka.

Shell: Belum Ada Kesepakatan dengan Pertamina

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan komersial (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga terkait pasokan base fuel.
“Pembahasan masih berlanjut. Kami berkoordinasi dengan pemerintah agar pasokan BBM kembali tersedia sesuai standar operasional Shell,” ujarnya.

Harapan di Tengah Krisis

Para pekerja SPBU swasta kini hanya bisa berharap krisis BBM segera berakhir.
Bagi mereka, tangki yang kosong bukan sekadar masalah bisnis, tapi soal keberlangsungan hidup.
Selama menunggu pasokan normal kembali, mereka berjuang bertahan  entah dengan menjual oli, memperbaiki motor, atau bahkan live TikTok.

Tag

Terpopuler

Terkini