3 Hal Ini Perlu Dilakukan Sebelum Mengganti Knalpot Racing Motor

Kamis, 13/10/2016 13:37 WIB
redaksi


Selera desain knalpot adalah pilihan kedua, yang utama haruslah sesuai peruntukan dan bisa dongkrak performa motor
Selera desain knalpot adalah pilihan kedua, yang utama haruslah sesuai peruntukan dan bisa dongkrak performa motor

mobilinanews (Jakarta) – Bagi anda yang berencana mengganti knalpot motor standar dengan versi racing, ada beberapa yang patut dilakukan agar performa motor tetap optimal. Pasalnya jika asal pasang bukan tidak mungkin performa mesin akan drop.

“Jamannya mesin motor masih menggunakan karburator, penggantian knalpot racing umumnya dilakukan dengan mudah tinggal plug and play. Namun untuk mesin-mesin modern yang sudah menggunakan CDI dan ECU perlu treatment khusus sebelum melakukan penggantian,” ujar Aristarkhus, Manager Marketing PT Sakura Java Indonesia, produsen knalpot Sakura yang telah mensuplai kebutuhan knalpot peruntukan MotoGP.

Menurutnya setidaknya ada 3 hal yang mesti dilakukan sebelum melakukan penggantian:

  1. Beli knalpot racing sesuai dengan spesifikasi jenis motor yang anda gunakan. Hal ini perlu dilakukan karena dimensi pipa khususnya pada bagian leher pipa belum tentu sesuai antara merek motor satu sama lain. Jika dipaksakan tentunya akan perlu dilakukan sedikit modifikasi sehingga performa knalpot tidak sesuai dengan rancang bangun yang telah disiapkan pabrikan.
  2. Pilihlah knalpot racing sesuai peruntukan. Jika untuk harian pastikan knalpot memang peruntukan daily use, sebab knalpot racing peruntukan balap memiliki rancang bangun knalpot yang memang diperuntukan balap. Jika memaksakan memilih knalpot balap untuk harian ataupun sebaliknya, maka performa yang dikeluarkan tidak optimal. Bisa saja berefek konsumsi bensin yang sangat boror atau mesin menjadi boyo, atau sesekali terdengar suara tembakan di knlapot.
  3. Setelah memilih knalpot yang sesuai spesifikasi mesin dan peruntukan, setelah terpasang sebaiknya segera menyambangi bengkel yang memiliki alat seting ECU. Mintalah mekanik menyesuaikan setelan pembuangan sesuai peruntukan, mau untuk harian atau untuk balap.

Ditekankan olehnya, Sakura dalam memproduksi varian knalpotnya selalu merujuk kepada olah teknologi yang diterapkan oleh masing-masing motor. Jadi dalam merancang lekukan pipa atau muffler, telah disesuaikan dengan kapasitas mesin ataupun batas toleransi yang optimal.

“Pada intinya dalam memproduksi knalpot racing yang kami tekankan adalah meningkatkan performa motor, karena mengganti knalpot racing merupakan kiat mudah modifikasi performa mesin. Perihal bunyi adalah nomor dua. Saat ini banyak yang salah kaprah memilih knalpot racing motor hanya mengandalkan bunyi. Tidak jarang ditemui knalpot khusus Yamaha dipasangkan ke merek lain atau sebaliknya, nah yang seperti ini adalah salah,” pungkasnya.

Ditutup olehnya, penggantian knalpot racing yang tepat, akan terlihat dan terukur setelah pemilik motor melakukan tes dyno. Jadi langkah terakhir setelah melakukan seting ECU, bisa dilanjutkan dengan tes dyno, agar sesuai dengan performa yang diinginkan.

Ingat ya..jangan asal pilih knalpot karena alasan bunyi, efek jangka panjangnya bisa fatal bro!

Tag

Terpopuler

Terkini