mobilinanews (Jakarta) – Bagi anda yang berencana mengganti knalpot motor standar dengan versi racing, ada beberapa yang patut dilakukan agar performa motor tetap optimal. Pasalnya jika asal pasang bukan tidak mungkin performa mesin akan drop.
“Jamannya mesin motor masih menggunakan karburator, penggantian knalpot racing umumnya dilakukan dengan mudah tinggal plug and play. Namun untuk mesin-mesin modern yang sudah menggunakan CDI dan ECU perlu treatment khusus sebelum melakukan penggantian,” ujar Aristarkhus, Manager Marketing PT Sakura Java Indonesia, produsen knalpot Sakura yang telah mensuplai kebutuhan knalpot peruntukan MotoGP.
Menurutnya setidaknya ada 3 hal yang mesti dilakukan sebelum melakukan penggantian:
Ditekankan olehnya, Sakura dalam memproduksi varian knalpotnya selalu merujuk kepada olah teknologi yang diterapkan oleh masing-masing motor. Jadi dalam merancang lekukan pipa atau muffler, telah disesuaikan dengan kapasitas mesin ataupun batas toleransi yang optimal.
“Pada intinya dalam memproduksi knalpot racing yang kami tekankan adalah meningkatkan performa motor, karena mengganti knalpot racing merupakan kiat mudah modifikasi performa mesin. Perihal bunyi adalah nomor dua. Saat ini banyak yang salah kaprah memilih knalpot racing motor hanya mengandalkan bunyi. Tidak jarang ditemui knalpot khusus Yamaha dipasangkan ke merek lain atau sebaliknya, nah yang seperti ini adalah salah,” pungkasnya.
Ditutup olehnya, penggantian knalpot racing yang tepat, akan terlihat dan terukur setelah pemilik motor melakukan tes dyno. Jadi langkah terakhir setelah melakukan seting ECU, bisa dilanjutkan dengan tes dyno, agar sesuai dengan performa yang diinginkan.
Ingat ya..jangan asal pilih knalpot karena alasan bunyi, efek jangka panjangnya bisa fatal bro!