Mengenang Dr M Simangunsong, Dokter Bedah Yang Sangat Dedicated Untuk IMI

Senin, 08/02/2021 14:05 WIB

mobilinanews (Jakarta) - Dr dr M. Simangunsong SpB MPH yang berpulang karena Covid-19 pada Minggu (7/2/2021) kemarin merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia otomotif khususnya balap Indonesia.

Selain menjadi orang Indonesia pertama pemegang lisence dokter bedah MXGP dan MotoGP dari FIM, Dr Sim - sapaan akrabnya - adalah CMO IMI.

Ya, Chief Medical Officer yang tugasnya adalah memutuskan apakah seorang pembalap fit or unfit untuk mengikuti sebuah balapan.

"Keputusan fit - unfit tersebut disampaikan kepada Jury. Meski tidak punya suara, tapi sebenarnya CMO yang paling peran pentingnya. Karena rekomendasi CMO pasti akan menjadi dasar keputusan Jury," terang Saraswati Mulyono, tak lain istri dari Dr Sim yang berlisensi sebagai Jury event motocross MXGP

Dr Sim adalah CMO Indonesia pada kejuaraan dunia motocross MXGP dan perannya sangat diandalkan.

"Pasalnya, MXGP itu olahraga yang sangat keras, sehingga kedaruratan atas kecelakaan itu yang tahu adalah dokter bedah," lanjut mbak Saras.

Dan sebagai ASN, Dr Sim yang telah melengkapi keahliannya dengan menyandang titel Dr (S3) dikenal sebagai pelatih ATLS Indonesia.

Jadi komunitas itu se-Indonesia tahu dan kenal dengan kiprah Dr Sim.

"Rencananya salah satu seri kejuaraan dunia MXGP kan ada di Bali. Nah Bali itu 'makanan' dia karena lulusan Universitas Udayana untuk S1-nya. Sak kepala dinas itu semua teman-temannya dan Dr Sim sudah senang sekali," mbak Saras melanjutkan. 

Biasanya kalau Dr Sim jadi CMO, semua dokter di daerah tunduk dadakan sama dia.

"Ya karena kan dia bekerja di rumah sakit di bawah Depkes, dan dihormati orang sak bajek. Jadi fasilitas mudah didapat serta merupakan keuntungan bagi Indonesia, karena dadakan pihak rumah sakit nyodorin diri jaminannya nama Dr Sim," beber mbak Saras.

Mbak Saras yang juga masih melakukan isolasi di rumah sakit Fatmawati ini menambahkan, jika Dr Sim adalah ASN golongan IV/e, dan sudah mendapat bintang 30 tahun pelayanan sebagai ASN.

"Dia juga pendonor darah yang ke-125 kali. Sampai akhirnya meninggal dunia, dia tercatat sudah 128 kali melakukan donor darah," tutur mbak Saras dengan suara lirih, mengenang sang suami. (bs)

TERKINI
Adrian Newey Ternyata Bukan Pindah ke Ferrari atau Mercedes, Tapi Tim Ini Bakal Menampungnya Spesifikasi Seres E1, Peraih Penghargaan Most Affordable EV Car dalam PEVS 2024 Mengesankan, Xiaomi Tunjukkan Inovasi Proses Produksi Mobil Listrik SU7 Setiap 76 Detik Sekali Hyundai dan Grab Salurkan Alat Bantu Gerak dan Kursi Roda Kepada Penyandang Disabilitas