mobilinanews

Haji Ujang, Motor Penggerak Grasstrack di Kepulauan Meranti Riau

Sabtu, 22/09/2018 14:44 WIB
Haji Ujang, Motor Penggerak Grasstrack di Kepulauan Meranti Riau
Suhada Akum lebih dikenal dengan Haji Ujang. (foto : syaiful)

mobilinanews (Selatpanjang) - Kabupaten Kepulauan Meranti terdiri dari banyak pulau kecil di Riau. Setidaknya ada 15 pulau yang menjadi wilayahnya. Olahraga otomotif yang paling populer, apalagi kalau bukan grasstrack.

Namun tak mudah untuk mengajak pembalap bisa menyeberang pulau untuk main disana.

Bukan rahasia lagi, salah satu kendala perkembangan otomotif di Tanah Air adalah masalah transportasi antar pulau. Peserta merasa berat mengeluarkan biaya transportasi tinggi. Tapi jika ada subsidi atau bebas biaya yang diberikan penyelenggara, pasti bakal ramai.

Itulah yang dilakukan H Suhada Akum di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pria kelahiran Desember 1966 ini biasa disapa Haji Ujang. Beliaulah yang menjadi motor penggerak kegiatan di Meranti yang diambil dari nama gabungan Pulau Merbau, Ransang dan Tebingtinggi.

Kejuaraan bertitel Grasstrack Bhayangkara digelar dalam HUT Polres Kepulauan Meranti yang ke-5 tahun di Sirkuit Danau Maini. "Itu sirkuit permanen milik pribadi Haji Ujang yang dibuat dekat kediamannya," ungkap Torang Rinaldi, Kabid Organisasi Pengprov IMI Riau. Torang hadir pada Sabtu dan Minggu (22-23/9/18) sebagai Juri.

"Untuk meringankan biaya transportasi peserta, kita tanggung ongkos menyeberang ferry ke pulau Tebingtinggi," tutur Haji Ujang sambil menyebut peserta banyak datang dari Bengkalis, Kampar dan Pekanbaru.

Sirkuit Danau Maini memang perlu dikembangkan lagi. Saat ini panjang lintasan mencapai 1000 meter. "Masih ada lahan untuk penambahan jalur trek. Kita siap secara bertahap menambah panjangnya menjadi 1200 meter sesuai standar nasional," tambah ayah dua orang anak ini.

Sebenarnya sudah 5 kali Haji Ujang dengan Danau Maini Club menggelar kejuaraan di bekas lahan gambut itu. Selain tidak adanya publikasi kegiatan, ternyata juga tidak terdata oleh Pengprov IMI Riau. "Selama ini tidak diurus Surat Rekomendasi untuk mengadakan kejuaraan," sebut Torang Rinaldi. Nah lho!

Beruntung tahun 2018 terbentuk Koordinator Wilayah Meranti. Korwil inilah yang menjadi perpanjangan tangan klub lokal ke Pengprov IMI Riau. "Sekarang kegiatan sudah pakai syarat dan ketentuan dari IMI Riau," yakin Torang, mantan pembalap motor era tahun 2000an.

Tambah klop lagi, Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti ikut andil. "Beliau peduli perkembangan otomotif dan mendukung setiap kegiatan yang diadakan," pungkas Haji Ujang yang kerja bareng dengan Pengprov IMI Riau dan Korwil Meranti.

Siplah! (bangve)

berita TERKAIT
    Tidak ada berita terkait
About Us | Our Team | Careers | Pedoman Siber | Disclaimer

© 2017 mobilinanews.com All Right Reserved
frodo