mobilinanews (Portugal) - Benar kata Elfyn Evans (Toyota Gazoo Racing), bahwa 10 Special Stage (SS) pada Jumat (16/5) akan menyulitkannya karena start pertama alias penyapu jalan.
Pemimpin sementara kejuaraan dunia WRC dan pemenang di SS1 sehari sebelumnya, itu pun mengakhiri sesi Jumat pada malam waktu lokal atau Sabtu (17/5) dinihari WIB di urutan 7 kejuaraan umum. Ia defisit waktu 1menit 9 detik.
Sebagai penyapu jalan, Toyota Yaris besutan Evans sulit mendapatkan traksi ideal karena lintasan masih kotor dan licin.
Trek yang dibersihkan Evans itu menguntungkan dua joki tim Hyundai di atas i20 N Rally1. Ott Tanak langsung memenangi SS2 dan 3 dan mengambil alih posisi teratas dari tangan Evans. Joki Hyundai lainnya, Adrien Fourmaux pun melejit dengan kemenangan beruntun pada SS4 dan 5.
Keduanya fight dengan gap hitungan hanya sepersekian detik sampai kemudian musibah menimpa Fourmaux. Mobilnya menghajar batu yang tersembunyi oleh tanah di tengah sebuah tikungan. Front-left steering pada i20 N Rally-nya hancur dan langsung pensiun dari lomba.
Tanak pun melenggang semakin nyaman dengan dua kemenangan SS berikutnya, termasuk SS11 yang mengakhiri sesi Jumat. Itu membuatnya bikin rekor personal yang fantastis. Itu menjadi kemenangan SS kali ke-400 sepanjang karirnya di WRC.
"Pasti menyenangkan jika ada kejuaraan dunia untuk katagori itu," canda perally asal Estonia itu yang juara dunia 2019 saat bersama Toyota.
Satu kemenangan SS lainnya buat Hyundai diraih juara dunia 2024 Thierry Neuville. Dengan begitu Hyundai memborong 7 posisi tercepat dalam 10 SS.
Tiga SS lainnya dimenangkan perally Toyota Gazoo Racing. Masing-masing Sebastien Ogier dua kali dan Kanamoto Katsuta sekali.
Pada Sabtu (17/5) ini digelar 7 SS, dari SS12 hingga SS18. Tanak akan start sebagai pemimpin sementara dengan keunggulan 7 detik atas Ogier dan 27,1 detik atas Katsuta.
Yang menarik adalah Kalle Rovanpera, perally Toyota asal Finlandia. Juara dunia 2022 dan 2023 itu belum sekali pun menjadi juara SS tetapi ia konsisten di 4 Besar kejuaraan sementara. Artinya, ia punya gairah untuk merapatkan jarak dengan Evans di klasemen kejuaraan 2025.
Saat ini Evans memimpin dengan total poin 109, dikuntit Rovanpera di urutan 2 dengan total poin 66. Defisit 43 poin itulah yang jadi target pribadi Rovanpera. Yakni untuk memperbesar peluang bersaing dalam perebutan gelar tahun ini. (r)