Juli Akan Diluncurkan Bahan Bakar B50 Berbasis Kelapa Sawit, Harga di Kisaran Rp6.800 Per Liter

Jum'at, 26/06/2026 11:03 WIB
Very


Bahan bakar B50. (Foto: Ist)
Bahan bakar B50. (Foto: Ist)

 

MOBILINANEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan.

Selain swasembada pangan, Presiden juga menegaskan target pemerintah untuk mencapai swasembada energi.

Salah satu langkah strategis yang akan segera dilakukan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli mendatang yang memanfaatkan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit.

“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, dan kita akan menghemat banyak sekali. Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apapun untuk BBM kita, untuk energi kita,” ujar Kepala Negara saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu, 24 Juni 2026.

Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah terus bekerja keras melakukan berbagai pembenahan untuk mengatasi berbagai tantangan yang selama ini menghambat kemajuan bangsa.

Presiden Prabowo juga menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga kekayaan nasional agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan,” ujar Prabowo.

Presiden Prabowo mengingatkan bahwa pengalaman krisis global, termasuk pandemi Covid-19, menunjukkan pentingnya kemandirian pangan. Dalam situasi krisis, negara-negara produsen pangan cenderung memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sehingga pasokan pangan global menjadi terbatas.

“Sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan nyata yaitu swasembada pangan,” tegas Presiden Prabowo melalui siaran resmi.

Selain itu, Presiden Prabowo mengatakan kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan sebagai ujung tombak ketahanan pangan Indonesia.

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa keberhasilan sektor pangan nasional mulai mendapat perhatian dunia. Indonesia kini memiliki surplus sejumlah komoditas strategis, termasuk pupuk, sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan negara lain.

Selain itu, sejumlah negara juga mulai meminta pasokan beras dan jagung dari Indonesia.

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, jual, kirim ke mereka. Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar,” ungkap Kepala Negara.

 

Mesin Diesel dengan Torsi Besar

Program B50 merupakan kelanjutan dari rangkaian kebijakan transisi energi yang sebelumnya telah diterapkan di Indonesia, seperti B35 dan B40.

Bahan bakar dengan bauran tinggi ini diformulasikan untuk mesin diesel yang membutuhkan torsi besar serta konsumsi bahan bakar tinggi. 

Sektor penyerapan utamanya meliputi kendaraan angkutan otomotif, alat berat, transportasi laut, perkeretaapian, industri pertambangan, alat mesin pertanian (alsintan), hingga pembangkit listrik.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Alistiani Dewi, ketika memantau langsung implementasi awal penggunaan B50 pada lokomotif kereta api CC 206 di PUK Lempuyangan, Yogyakarta, pada 27 April lalu mengatakan, hasil pengujian tersebut berkisar antara 80 persen hingga 90 persen menunjukkan indikator performa yang baik.

Karakteristik B50 dinilai memiliki kandungan air yang lebih sedikit dan lebih bersih dibandingkan dengan varian B40. 

Berdasarkan skema yang dipersiapkan oleh Kementerian ESDM, harga jual Biodiesel B50 ke masyarakat berada di kisaran Rp6.800 per liter. 

Nilai jual tersebut dapat dicapai melalui dukungan skema subsidi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. 

Pertamina Patra Niaga mengatakan bahwa infrastruktur penyaluran dari di seluruh Indonesia telah siap untuk memasok B50. 

Sementara, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) juga telah memberi jaminan ketersediaan pasokan bahan baku CPO dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi pada semester kedua tahun ini.

Pemerintah kini tengah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan data teknis sebelum peluncuran resmi dilakukan. *

Tag

Terpopuler

Terkini