Mobilinanews (Jakarta) - Dacia kembali mencuri perhatian industri otomotif. Setelah meluncurkan mobil konsep ultra-kompak bernama Dacia Hipster pada Oktober 2025 lalu, pabrikan asal Rumania ini dikabarkan tengah serius mempertimbangkan untuk membawa EV mungil tersebut masuk ke lini produksi massal.
Jika rencana ini membuahkan hasil, kendaraan listrik perkotaan tersebut diproyeksikan meluncur di pasar Inggris pada 2027 dengan banderol yang terbilang sangat kompetitif, yakni di kisaran US$ 12.700. Sebuah angka yang tergolong terjangkau untuk ukuran mobil listrik modern.
Dimensi Mungil, Tetap Fungsional
Mengusung gaya desain serba kotak yang minimalis, Hipster dirancang dengan panjang hanya tiga meter. Mobil ini dibidik masuk ke dalam kategori Eropa L7e (quadricycle berat).
Di atas kertas, spesifikasinya disesuaikan untuk kebutuhan perkotaan:
Kapasitas: 4 orang penumpang
Bobot Maksimal: ~450 kg (tanpa baterai)
Tenaga Kontinu: Hingga 15 kW
Kecepatan Maksimum: ~90 km/jam
Baterai: ~15 kWh
Kapasitas Bagasi: 70 liter (bisa membengkak hingga 500 liter saat kursi belakang dilipat)
Perpaduan baterai 15 kWh dan kecepatan puncak 90 km/jam menegaskan fokus Hipster sebagai moda transportasi harian yang praktis dan efisien di area urban padat.
Tantangan Menjaga Banderol Tetap Ekonomis
Menjual kendaraan listrik dengan harga terjangkau tentu bukan perkara gampang. Direktur Desain Dacia, David Durand, mengungkapkan bahwa mempertahankan bahasa desain konsep tanpa mendongkrak biaya produksi menjadi tantangan tersendiri.
Penggunaan panel bodi plastik memang ampuh menjaga tampilan serba kotak khas Hipster. Namun, ongkos produksinya berisiko lebih mahal ketimbang pelat baja cetak konvensional.
Guna menekan biaya industri, Renault Group membuka opsi memproduksi model ini di fasilitas Shiyan, China—lokasi yang sebelumnya memproduksi Dacia Spring generasi pertama dengan kapasitas sekitar 45.000 unit per tahun.
Masih Menunggu Lampu Hijau
Kendati potensi pasarnya cukup menarik, proyek ini belum mendapatkan persetujuan resmi dari jajaran pimpinan Renault Group. Kepastian mengenai spesifikasi akhir, titik harga, hingga ketersediaan pasar global masih menantikan lampu hijau dari pihak prinsipal.
Jika terealisasi, Dacia Hipster berpotensi mengisi segmen di bawah EV konvensional dan menjadi opsi segar bagi mereka yang mencari mobil listrik harian yang ringkas, fungsional, dan ramah di kantong.