Mobilinanews (Jakarta) - Bagi pemilik mobil listrik (EV), pengisian daya di rumah pakai portable charger memang praktis. Namun, urusan daya listrik rumah tidak boleh diabaikan. Jika salah perhitungan, pembatas listrik (MCB) bisa terus-menerus anjlok, atau lebih buruk lagi, memicu risiko kebakaran akibat kelebihan beban.
Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia, membagikan panduan praktis untuk menghitung daya listrik rumah yang aman dan ideal sebelum menggunakan portable charger.
Rumus Dasar Menghitung Kebutuhan Daya Charger
Untuk menentukan besarnya daya yang ditarik oleh portable charger, perhitungan didasarkan pada dua variabel utama:
Arus Listrik (Ampere / A): Besaran arus pada spesifikasi charger.
Tegangan Listrik (Volt / V): Standar tegangan rumah tangga PLN di Indonesia berada pada 220V.
Rumus Daya:
Contoh Kasus:
Jika portable charger memiliki spesifikasi 10 Ampere, maka konsumsi dayanya adalah:
Aturan Aman: Jangan Pakai 100% Daya Rumah
Mahaendra menegaskan bahwa kapasitas daya berlangganan PLN di rumah (seperti 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, hingga 4.400 VA ke atas) tidak boleh dialokasikan seluruhnya hanya untuk pengisian mobil listrik.
Beban Peralatan Lain: Perangkat rumah tangga seperti AC, kulkas, mesin cuci, dan pencahayaan tetap menyedot listrik secara bersamaan.
Batas Aman 50%–60%: Konsumsi daya portable charger idealnya maksimal 50% hingga 60% dari total daya PLN yang terpasang.
Rekomendasi Daya: Untuk charger berkapasitas 10A (membutuhkan 2.200 VA), daya listrik rumah yang disarankan minimal 4.400 VA.
Cek Instalasi Listrik dan Komponen Keamanan
Selain kecukupan daya, kondisi fisik instalasi listrik rumah menjadi faktor krusial untuk mencegah bahaya fisik:
Pemeriksaan Rumah Lama: Instalasi listrik pada bangunan lama wajib diperiksa kelaikannya, terutama ketahanan kabel dan breaking capacity (alat pengaman pemutus arus saat terjadi korsleting).
Spesifikasi Kabel Dinding: Pengisian daya EV berlangsung dalam durasi lama dan menghasilkan panas konstan. Gunakan ukuran kabel dinding yang sesuai standar agar kabel tidak meleleh dan memicu kebakaran.
Kualitas Stop Kontak: Pastikan stop kontak yang digunakan terpasang kokoh, memiliki grounding yang baik, serta mampu menahan beban arus tinggi secara terus-menerus.