MotoGP 2026 Indonesia: Aprilia Siap Mainkan Team Order Untuk Ganjal Marc Marquez. Ini Syaratnya

Sabtu, 10/10/2026 01:46 WIB
Rulin purba


Jorge Martin (Spanyol/Aprilia). (Foto: redbull)
Jorge Martin (Spanyol/Aprilia). (Foto: redbull)

mobilinanews (Nusa Tenggara Barat) - CEO Aprilia Massimo Rivola menegaskan timnya siap laksanakan team order untuk menghadang Marc Marquez (Ducati) meraih gelar juara MotoGP 2026.

Team order hal yang lazim dilakukan di medan balap dunia. Ini berarti satu pembalap diprioritaskan untuk meraih poin lebih besar dan di saat sama rekan satu timnya diwajibkan memberi bantuan dengan cara apa pun yang sah dan tidak melanggar regulasi.

Di sela kesibukan di GP Indonesia, Rivola kembali dipancing media soal team order itu. Pasalnya saat ini Jorge Msrtin adalah pemegang puncak klasemen kelas primer dengan keunggulan tipis, hanya 2 poin atas Marquez di posisi kedua.

Sedangkan rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi,  berada di peringkat 3 tapi dengan defisit 47 poin dengan Marquez dan 49 angka dengan Martin.

Bezzecchi masih berada di jalur perebutan gelar meski peluangnya terbilang tipis karena dituntut memenangkan seluruh sisa balapan musim ini, 6 seri dari GP Indonesia hingga laga pamungkas di GP Valencia.

Situasi itu, kata Rivola, belum membuatnya harus memberlakukan team order. Belum bisa meminta Bezzecchi membantu Martin untuk perolehan poin atau menjaga Martin dari serangan Marquez.

Bukan hanya karena masalah poin, Martin lebih layak diprioritaskan Aprilia karena punya mentalitas juara sebagai juara dunia 2024 dan dianggap lebih siap secara mental melawan Marquez dibandingkan Bezzecchi. 

Tapi, itu bukan jadi rujukan Rivola untuk membelokkan kebijakan timnya. Ia tetap membiarkan Bezzecchi fight sepanjang secara hitung-hitungan poin masih berpeluang meraih gelar.

"Marco dan Jorge tidak memiliki pengalaman sebanyak Marquez.  Namun mereka berdua adalah pembalap yang kencang. Mereka sedang dalam kondisi bagus. Sejauh peluang keduanya terbuka secara matematika maka keduanya diperkenankan fight dalam perebutan gelar," ucap Rivola.

itu adalag syarat yang dipatok untuk menetapkan team order. Artinya, sepanjang Bezzecchi masih punya celah berebut gelar maka sejauh itu pula ia diperkenankan fight melawan Martin.

Sebaliknya, lanjut pria Italia flamboyan itu, jika salah satu dari mereka sudah terlempar dari pertarungan gelar maka salah satu dari mereka saat itu juga harus membela dan men-support rekan setimnya.

Jelas tak mudah untuk Rivola mengambil keputusan saat ini. Idealnya ia lebih memprioritaskan Bezzecchi dalam perebutan gelar lantaran pembalap Italia itu masih akan berada di garasi Aprilia setidaknya sampai musim kompetisi 2028.

Martin sendiri akan meninggalkan Aprilia pada akhir tahun ini dan pindah ke Yamaha mulai tahun depan. Namun, Aprilia tetap wajib mendukungnya merebut gelar karena ini adalah kesempatan perdana pembalap Aprilia menjadi juara dunia kelas primer.

Jika Rivola tetap pada pendiriannya maka pada raceday GP Indonesia, Minggu (11/10), akan menarik menunggu permainan Martin dan Bezzecchi. Apakah itu akan menguntungkan atau merugikan Marquez sebagai musuh bersama. (r)

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini