Ngobrolin Gokart Sambil Nyeruput Segelas Jeruk Hangat

Rabu, 08/04/2015 15:15 WIB |

mobilinanews.com (Jakarta) – Menyambut gelaran ke-2 Kejurnas Gokart Eshark di Sentul International Karting Circuit (SIKC), Bogor, Minggu  (12/4), para dedengkot gokart perlu konsolidasi.

Mengambil tempat di warung Ropita di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (6/4), Yongkliek Santoso, Eris Mahpud, Dicky Setiawan dan beberapa yang lain ngobrol-ngobrol ringan. “Kata Eshark itu kan ada artinya. Tapi intinya, kebersamaan untuk mewadahi kegiatan gokart bagi anak-anak kita,” ujar Yongkliek sebagai tuan rumah.

Kebersamaan itu diwujudkan dengan cara patungan membiayai event kejurnas Eshark yang akan digelar 5 seri sepanjang 2015 di SIKC. “Tidak banyak juga sih. Tapi, kalau dilakukan bareng-bareng kan jadi nggak terasa. Malah kami sempat menolak ‘investor’ dari orang tua pegokart yang mau nyumbang lebih. Kita sudah kalkulasi kebutuhannya kok,” sahut Eris Mahpud.

Yongliek memiliki dua anak yang berkiprah di gokart yakni Kezia dan Keanon Santoso. Sedang Eris yang masih aktif juga bermain di kelas master menyokong Daffa, putranya yang kini merangkak 9 tahun.

Eit, rupanya nongkrong di warung yang menyediakan indomie rebus goreng, bubur ayam, rata bakar  dan sejesnisnya itu  rutin dilakukan komunitas gokart ini. “Pak Yongliek kalau ketemu teman-temannya di sini. Kadang sampai mau tutup,” ujar Ropita. Warung itu tutupnya jam 4 pagi.

Weleh.

KATA KUNCI