Bersama BUMD, PT MRT Jakarta Sepakati Pembangunan TOD

Kamis, 02/08/2018 01:25 WIB |
Tiga BUMD sepakat soal pembangunan TOD. (foto : ist)
Tiga BUMD sepakat soal pembangunan TOD. (foto : ist)

mobilinanews (Jakarta ) -  PT Mass Rappid Transit (MRT) Jakarta akhirnya menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development ( TOD) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. 

Penandatanganan melibatkan 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta lainnya yaitu PT Jakarta Propertindo, PD Pasar Jaya, dan PD Pembangunan Sarana Jaya.

Perjanjian kerjasama ini dilakukan di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (31/7) dan disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga mengungkapkan kerjasama ini dapat membuka peluang ekonomi dari pengembangan TOD mencapai miliaran dollar AS.

"TOD akan menciptakan lapangan kerja. Kawasan  ini akan mampu menciptakan sekitar 45 miliar dollar AS peluang ekonomi dan membuka 40 ribu-50 ribu lapangan pekerjaan yang baru," ujar Sandiaga.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar mengungkapkan, biaya pembangunan TOD Dukuh Atas mencapai Rp 20 triliun. Di mana anggaran tersebut berasal dari pinjaman bank dan investor.

"Kalau Dukuh Atas bangunnya saja Rp 20 triliun dan ini yang nanti akan jadi urban design guideline," imbuh William. 

Saat ini, TOD di Lebak Bulus dalam tahap penyusunan konsep desain. “Kami lagi menunggu konsep, akan selesai dalam 1-2 bulan ini," tandasnya. (ronal)