mobilinanews (Jakarta) - Ajang pemeran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang berlangsung tanggal 2-12 Agustus lagi-lagi menjadi momen penting dalam hal pengenalan produk baru.
Salah satu yang cukup menarik minat adalah kehadiran brand Amerika Serikat Tech yang bisa dikatakan pendatang baru di industri otomotif Indonesia.
Tak hanya brand dan produk saja, namun bidang yang dijamah Tech juga menjadi sesuatu yang baru untuk konsumen otomotif Indonesia.
Selama 80 tahun bergelut di industri ban, Tech hadir membawa peluang bisnis menjanjikan sebagai brand yang khusus menangani perbaikan ban. Sejak masuk 10 tahun lalu ke Indonesia, saat ini Tech semakin percaya diri dengan jaringan dan distributor terpercaya yang mereka miliki.
Di GIIAS kali ini, Tech menawarkan rangkaian produk perbaikan ban. "Produk kami adalah yang pertama dalam perbaikan ban. Tech adalah perusahaan dari Amerika yang berbasis di Ohio. Asia Tenggara adalah kawasan yang berkembang pesat karena itu kita ingin fokus merambah market Asia Tenggara," kata Pairote Suttiprapa, General Manager Tech Souteast Asia, Jumat (3/8) di booth Tech, ICE BSD, Tangerang.
"Khususnya Indonesia dengan populasi terbesar dan konsumen tertinggi. Dan mereka layak mendapatkan layanan perbaikan ban yang tidak hanya untuk alat berat tapi untuk kendaraan pribadi seperti mobil dan motor," lanjutnya.
Sebelum masuk Indonesia produk Tech sudah lebih dulu familiar di Amerika Serikat, Jepang dan China. Di sana, perbaikan ban sudah menggunakan produk serta mekanisme profesional yang digagas Tech.
"Kami melihat perbaikan ban disini masih konvensional dan itu hanya solusi sementara, tidak safety dan tidak profesional. Sedangkan tire Repair Tech menerapkan 4R: Repair, Reuse, Recycle, dan Repurpose dalam mengekstraksi nilai dari material yang dipertimbangkan sampai pada siklus umur terakhir ban," beber Pairote.
Saat ini, Tech terus melakukan edukasi dan sosialisasi di bengkel-bengkel serta toko-toko ban di Indonesia. Jaringan distributor juga harus disertifikasi dengan program pelatihan yang berkelanjutan dan workshop untuk memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan atas teknologi dan penggunaan alat-alat Tech.
Tech sendiri tak hanya menawarkan produk perbaikan ban, namun perusahaan yang sudah berdiri sejak 1939 ini juga memproduksi semua peralatan yang berhubungan dengan ban. (adri)