Dahlan Iskan Sang Penggiat Mobil Listrik Dijadikan Tersangka Korupsi

Sabtu, 06/06/2015 05:43 WIB |

mobilinanews.com (Jakarta) - Dahlan Iskan, sang penggiat mobil nasional bertenaga listrik di era Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 – 2013) resmi dijadikan tersangka korupsi 21 gardu listrik oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta pada Jumat, 6 Juni 2015.

Sekedar menyegarkan ingatan, saat menjabat sebagai Menteri BUMN, sang CEO Jawa Pos Group ini kerap kali dipublikasikan, karena kiprahnya mengembangan mobil nasional bertenaga listrik. Termasuk di antaranya super car listrik Tucuxi, hasil kerjasama dengan Danet Suryatama yang merupakan mantan karyawan Chrysler di Amerika Serikat.

Bersama Tucuxi pada 5 Januari 2013, Dahlan Iskan sempat mengalami insiden menghebohkan. Kala itu Dahlan mengalami insiden kecelakaan tunggal di rute pegunungan Tawangmangu, Jawa  Tengah. Kecelakaan ini disinyalir akibat rem blong, sehingga mobil sport yang disebut seharga Rp 1,5 miliar ini rusak parah di bagian depannya setelah menghantam tebing.

Tim pengembang di bawah kepemimpinan Danet Suryatama menolak bertanggungjawab atas insiden tersebut, malah pria asal Pacitan tersebut mengaku kecewa dengan sikap Dahlan Iskan yang dianggap melanggar perjanjian kerjasama. Menurut Danet, Dahlan Iskan telah melanggar kerahasiaan pengembangan mobil ini dan hak cipta kendaraan, karena disebut telah memberikan Tucuxi ke rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam  di Jogjakarta untuk perubahan komponen termasuk rem, tanpa seizin dirinya.

Setelah hal itu, Dahlan juga sempat diketahui berkerjasama melakukan pengembangan mobil listrik generasi kedua bersama Ricky Elson, dengan memperkenalkan model baru mobil sport bernama Selo dan minibus bernama Gendhis. Dahlan Iskan juga sempat bekerjasama pembuat mobil listrik asal Depok,  Dasep Ahmadi.

Gaya a la koboi sempat mendapat kritik dari Jacob Oetama, Wartawan sekaligus pendiri Surat Kabar Kompas. Dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang: Kisah Inspiratif Dahlan Iskan” (Mizan – 2011), Jacoeb menyebut gaya Dahlan Iskan seperti ingin cepat-cepat menyelesaikan apa saja, terkesan terburu-buru, seolah takut disergap waktu dan bukan dia yang menciptakan waktu.

Kritik Jacob ini mungkin ada benarnya. Selepas sekitar lima jam diperiksa pihak Kajati DKI, Jumat (5/6), Dahlan yang terkesan terburu-buru malah salah naik mobil. Ia langsung masuk ke dalam Toyota Camry berwarna hitam B 1040 RFY. Ia baru tersadar keliru masuk mobil setelah diingatkan ajudannya. Ia lalu bergegas masuk ke dalam Mercedes-Benz hitam bernomor polisi L 1 JP.

Selain dicekal ke luar negeri, Dahlan Iskan juga kemungkinan jadi tersangka soal proyek sawah. Kali ini bukan oleh pihak Kajati, melainkan oleh Bareskrim Polri.

Wuidih, yang sabar yah, pak Dahlan...