mobilinanews.com
(Jakarta) - Dahlan Iskan, sang penggiat mobil nasional bertenaga listrik di era
Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 – 2013) resmi dijadikan tersangka korupsi 21
gardu listrik oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta pada Jumat, 6 Juni
2015.
Sekedar menyegarkan ingatan, saat menjabat sebagai Menteri
BUMN, sang CEO Jawa Pos Group ini kerap kali dipublikasikan, karena kiprahnya
mengembangan mobil nasional bertenaga listrik. Termasuk di antaranya super car
listrik Tucuxi, hasil kerjasama dengan Danet Suryatama yang merupakan mantan
karyawan Chrysler di Amerika Serikat.
Bersama Tucuxi pada 5 Januari 2013, Dahlan Iskan sempat
mengalami insiden menghebohkan. Kala itu Dahlan mengalami insiden kecelakaan tunggal
di rute pegunungan Tawangmangu, Jawa
Tengah. Kecelakaan ini disinyalir akibat rem blong, sehingga mobil sport
yang disebut seharga Rp 1,5 miliar ini rusak parah di bagian depannya setelah
menghantam tebing.
Tim pengembang di bawah kepemimpinan Danet Suryatama menolak
bertanggungjawab atas insiden tersebut, malah pria asal Pacitan tersebut
mengaku kecewa dengan sikap Dahlan Iskan yang dianggap melanggar perjanjian
kerjasama. Menurut Danet, Dahlan Iskan telah melanggar kerahasiaan pengembangan
mobil ini dan hak cipta kendaraan, karena disebut telah memberikan Tucuxi ke
rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam di
Jogjakarta untuk perubahan komponen termasuk rem, tanpa seizin dirinya.
Setelah hal itu, Dahlan juga sempat diketahui berkerjasama melakukan
pengembangan mobil listrik generasi kedua bersama Ricky Elson, dengan memperkenalkan
model baru mobil sport bernama Selo dan minibus bernama Gendhis. Dahlan Iskan
juga sempat bekerjasama pembuat mobil listrik asal Depok, Dasep Ahmadi.
Gaya a la koboi sempat mendapat kritik dari Jacob Oetama,
Wartawan sekaligus pendiri Surat Kabar Kompas. Dalam buku “Habis Gelap
Terbitlah Terang: Kisah Inspiratif Dahlan Iskan” (Mizan – 2011), Jacoeb
menyebut gaya Dahlan Iskan seperti ingin cepat-cepat menyelesaikan apa saja,
terkesan terburu-buru, seolah takut disergap waktu dan bukan dia yang
menciptakan waktu.
Kritik Jacob ini mungkin ada benarnya. Selepas sekitar lima
jam diperiksa pihak Kajati DKI, Jumat (5/6), Dahlan yang terkesan terburu-buru
malah salah naik mobil. Ia langsung masuk ke dalam Toyota Camry berwarna hitam
B 1040 RFY. Ia baru tersadar keliru masuk mobil setelah diingatkan ajudannya.
Ia lalu bergegas masuk ke dalam Mercedes-Benz hitam bernomor polisi L 1 JP.
Selain dicekal ke luar negeri, Dahlan Iskan juga kemungkinan
jadi tersangka soal proyek sawah. Kali ini bukan oleh pihak Kajati, melainkan
oleh Bareskrim Polri.
Wuidih, yang sabar yah, pak Dahlan...