Orang Indonesia Sudah Pesan Mobil Terbang Seharga Rp 7 Miliar

Selasa, 09/06/2015 07:12 WIB |

mobilinanews.com (Eropa) - Kemacetan adalah hal menyesakkan yang umum dihadapi kaum urban di kota-kota besar. Entah, seberapa bagus dan cepat kemampuan kendaraan Anda, laju yang dihasilkan mayoritas hanya serupa keong di pinggir jalan. Nah, pernah tidak Anda membayangkan, seberapa lama lagi ada mobil dan motor yang bisa terbang ditawarkan ke pasar otomotif dunia?

Salah satu desainer yang telah berpikir revolusioner soal ini adalah Maarten Timmer. Desainer satu ini telah menciptakan motor konsep yang direncanakan dapat terbang tahun 2020 di atas kemacetan negeri Belanda. Motor konsep ini diberi nama Aviomoto membidik konsumen komuter yang bosan terjebak dalam kemacetan akut.  

Niat untuk membuat kendaraan yang bisa terbang juga tengah dikembangkan AeroMobil, perusahaan di bidang teknologi di Slovakia pada tanggal 7 Juni 2015 lalu mengaku masih terus mengembangkan mobil yang bisa terbang, setelah pada tanggal 8 Mei 2015 lalu ujian pada mobil terbang mereka mengalami insiden saat diuji.

Menurut Martin Bruncko, chief strategy officer dari AeroMobil, mobil terbang mereka dapat terbang hingga ketinggian 270 meter dari daratan. Mobil terbang ini disebut mampu melaju hingga kecepatan 200 km/jam dan bisa melaju hingga 700 km. Soal konsumsi bahan bakar, mobil terbang yang menggunakan bahan bakar bensin ini mengkonsumsi 15 liter per jam.

Sedianya pihak AeroMobil sedianya akan membuka periode pre-order pada tahun 2017 mendatang, dan konsumen sudah dapat menerima pesanannya pada tahun 2018. Harganya sekitar US$560.000 atau sekitar Rp 7,3 miliar.

Dan tahukah, menurut pihak AeroMobil, mobil terbang ini sudah menerima pesanan dari konsumen di sejumlah negara. Di antaranya Rusia dan Afrika Selatan, serta satu negara lain yang sangat kita kenal, yaitu Indonesia.

Wuidih, kira-kira siapa yah yang sudah pesan...

Sumber informasi: http://www.ctvnews.ca dan http://www.trendhunter.com