mobilinanews (Aceh) - Sejak kepergian almarhum Aling tahun 2016 lalu, Aceh kehilangan sosok seorang race commentator di sirkuit. Tak ada lagi 'tukang brisik' di arena balap. Namun, kini telah hadir pengganti Aling, namanya Maimun Fikri.
Aksi Maimun terlihat saat pagelaran Kejurda Grasstrack & Motocross IMI Aceh Putaran 4 di Sirkuit Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya, Aceh pekan lalu. Pria kelahiran Lhokseumawe, 24 Mei 1970 ini ditunjuk menjadi komentator balap.
Ternyata profesi ini baru dijalaninya. "Saya terdorong sejak almarhum Aling tiada untuk menggeluti dunia otomotif dengan menjadi komentator balap," sebut Moen Van Fikri, nama beken Maimun.
Kini pria berusia 48 tahun yang menetap di Lambuk Ule Kareng, Banda Aceh mulai dikenal pemerhati otomotif. "Pertama kali ngemsi balap itu di event Kejurda Balap Motor IMI Aceh Putaran 1 Tahun 2016," kenang ayah 2 orang putra yang mahir bahasa Inggris, Jepang, Spanyol dan Belanda.
Ooh, pantas saja dalam membawakan acara sering pakai bahasa asing. Salah satu kata yang telah melekat di hati pecinta otomotif Aceh yakni kata 'perfecto' yang sering diucapkan.
Sejatinya dunia otomotif sudah menjadi hobi Maimun sejak kecil. "Mimpi saya di Aceh agar realisasi sirkuit balap motor terwujud. Supaya tersalurkan bakat generasi muda dan di kemudian hari melahirkan juara baru di Aceh," harap Maimun.
"Semoga Pemerintah Aceh dan seluruh stakeholder bersatu membangun sirkuit permanen balap motor. Apalagi PON 2024, Aceh menjadi tuan rumah bersama Sumatera Utara," pungkas Maimun.
Nah, itu dia!