mobilinanews (Sentul)-Usianya masih sangat belia, 6 tahun. Tapi, sudah mulai menunjukan sebagai pegokart berbakat. Adalah Aditya Wibowo, pebalap kategori Cadet yang dimaksud.
Bagaimana tidak, kali pertama turun berlaga di event Rotax Max Indonesia seri 3 Agustus lalu, tapi sudah mampu bersaing dengan pebalap lain yang lebih awal berkiprah. Bahkan sudah mampu mencetak best time 1:01.254.
“Dibanding pebalap lain, Aditya paling kecil. Rata-rata umur 8 tahun dan sudah mulai main gokart 1 tahun-an,” sebut Andy Wibowo, ayah sekaligus pemilik tim Gandasari Semut Ireng Racing Team. Bakat siswa kelas 1C SD Bhakti Mula, Pondok
Indah, Jakarta Selatan itu ternyata menurun dari sang ayah yang juga pegokart di kelas senior. Andy juga sempat menjadi pebalap motor dan crosser.
Minggu (11/10) kemarin, putra sulung pasangan Andy Wibowo dan Nadya Fransisca itu kembali naik podium di Kejurnas Gokart Eshark 3 di kelas Cadet. Tapi sayang lantaran mengalami trouble engine di race 1, kelahiran Tanjung Pinang 30 Juli 2009 itu harus puas dengan podium kelima.
“Alhamdulillah tetap naik podium lantaran masalah mesin mampu diatasi di race 2. Sebelum di gokart, sempat main di MX (SE 50). Memang ada kekhawatiran pribadi sebagai ibu kalo di MX, makanya saya dukung sepenuhnya saat ada niat beralih ke gokart,”ujar sang Bunda yang langsung hadir di sirkuit.
Anyway, tahun depan oleh ortu ditarget juara nasional di seeded Cadet.”Infonya tahun depan mesinnya disediakan panitia, Cadet Rok. Juga jika diijinkan akan coba main di Malaysia. Tapi mau dicek lagi batas minimum usia,” tutup pebinis tambang itu.
Maju terus Aditya! (Teks dan foto : Wawan)