Mobilinanews (Jakarta) - Bulan Ramadhan tidak hanya momentum untuk meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga sebagai waktu strategis untuk meningkatkan rasa empati serta berbagi kepada masyarakat yang kurang beruntung.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo saat buka puasa bersama perayaan HUT IMI ke-119 dan santunan anak yatim, di Kantor Pusat IMI di Kawasan GBK Senayan Jakarta, Kamis (27/3/25).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan bahwa kondisi ekonomi global saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup besar mulai dari peningkatan angka kemiskinan hingga meningkatnya pengangguran hingga ketimpangan distribusi pendapatan.
Oleh sebab itulah, menurut Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini, bulan Ramadhan membuka peluang bagi masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan solidaritas sosial melalui berbagai inisiatif berbagi.

"Ramadhan menjadi momentum berharga untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Melalui empati dan berbagi, setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.
Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menambahkan bahwa dari sekian banyak tantangan ekonomi secara global, kemiskinan hingga kesenjangan masih menjadi salah satu persoalan mendasar bagi bangsa Indonesia saat ini.
Dirinya memaparkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi, serta adanya ketimpangan distribusi kekayaan antara segelintir orang kaya dan jutaan penduduk kurang mampu menimbulkan tekanan sosial yang signifikan.
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan 9,03% penduduk Indonesia atau sekitar 25,22 juta orang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini semakin menekankan perlunya aksi nyata untuk meringankan beban ekonomi mereka,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini pun turut mengatakan bahwa melalui aksi berbagi akan menjadi penguat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman. Dengan berbagi kepada sesama, egoisme dapat diminimalisir dan rasa solidaritas dapat diperkuat.
Dimana, momen berbagi di bulan Ramadhan saat ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya toleransi dan saling menghormati antar umat beragama, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis.
"Data dari Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan bahwa 87,18% masyarakat Indonesia merayakan Ramadhan. Sehingga bulan Ramadhan memiliki potensi luas untuk menyebarkan nilai-nilai kedamaian dan kepedulian,” ucapnya.
“Melalui kepedulian sosial yang meningkat, diharapkan bangsa Indonesia dapat bersatu lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada," pungkas Bamsoet.

Hadir dalam acara tersebut Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia Hengky Silatang, Wakabid KONI Pusat Yan Mulia Abidin, Dewan Pembina IMI Pusat Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna, Dewan Pengawas IMI Pusat Jeffry JP.
Hadir pula Wakil Ketua Umum IMI Pusat Ananda Mikola, Junaidi Elvis, Effendy Gunawan, M. Riyanto, Sadikin Aksa dan Rifat Sungkar, Direktur Lingkungan Hidup IMI Mobilitas Dharma Mangkuluhur Tommy Suharto, serta para pengurus IMI Pusat dan lainnya.