mobilinanews (Inggris) - Max Verstappen bilang ia kini hanya jadi peserta kompetisi F1. Bukan lagi petarung di jalur kejuaraan dunia. Ia menyerah. Dua petinggi tim juga menyerah.
Senior Advisor Helmut Marko menyebut perlu mukjizat untuk mengembalikan Verstappen ke jalur perebutan gelar. Meski sudah di up-grade besar-besaran tapi tetap saja RB21 besutan Verstappen tak mampu bersaing dengan MCL39 milik McLaren.
Senada dengan Team Principal Christian Horner.
"Kami kini tak lagi memikirkan gelar tahun ini," tegasnya.
Ya, memang tak realistis lagi buat Red Bull Racing (RBR) untuk fight dalam perebutan gelar juara dunia 2025, baik pembalap maupun konstruktor. Di atas kertas memang masih ada peluang meski kecil. Tapi, di bawah kertas, ya itu tadi: tak realistis!
Usai GP Inggris lalu Verstappen sudah tertinggal jauh dari joki McLaren Oscar Piastri dan Lando Norris yang memimpin klasemen. Tertinggal 69 dan 61 poin setelah 12 race berlangsung.
Dengan performa MCL39 yang tampaknya kencang di semua karakter lintasan, gap itu diprediksi sulit dikejar dalam 12 race selanjutnya.
Di klasemen konstruktor lebih parah lagi. Red Bull baru mengantungi 172 poin dan berada dinperingkat 4. Di bawah McLaren (420), Ferrari (222) dan Mercedes (210).
Karena itu, kata Horner, timnya akan menghentikan pengembangan RB21 tahun ini. Kalaupun ada sifatnya minor.
"Kami pun mulai fokus pada proyek 2026 menyongsong regulasi baru."
Horner menegaskan RBR sangat fokus untuk musim 2026. Pertama kalinya mereka akan menggunakan mesin buatan sendiri dengan kerjasama pabrikan Ford setelah Honda yang selama ini bersama RBR akan pindah ke Aston Martin.
"Kami mendatangkan banyak insinyur pilihan dan dana sangat besar untuk proyek ini. Mungkin hasilnya bukan untuk 2026 tapi bisa pada 2027 atau 2028 dan 2029."
Verstappen sendiri belum memutuskan akan bergabung di mana tahun depan. Mercedes dan Aston Martin ingin menariknya. Bahkan dengan Mercedes disebut-sebut sudah ada pembicaraan khusus.
Tapi, Verstappen juga punya pemikiran lain untuk bertahan pada 2026. Ia ingin bersama RBR dan melihat daya saing mobil sesuai regulasi baru. Pasalnya, saat ini sangat sulit bahkan mustahil menebak tim mana yang bakal memetik keuntungan signifikan dari regulasi baru itu.
Jika kompetitif tahun depan maka Verstappen akan menyelesaikan kontraknya dengan RBR hingga 2028.
Jika tidak bersaing maka ia akan pindah tim pada 2027. Terkait hal ini juga sehingga Mercedes mengubah rencana masa depannya. Kalau tadinya George Russell yang dibuang usai putus kontrak tahun ini, maka sangat mungkin kontraknya diperpanjang 1+1, yang artinya kontrak penuh pada 2026 dan opsi perpanjangan 1 tahun pada 2027. Tujuannya itu tadi, menyiapkan posisi kepada Verstappen jika ia masih di RBR tahun depan. (r)