mobilinanews (Jakarta) – Lesunya kondisi perekonomian khususnya di sector otomotif tentunya berdampak di semua lini terutama bagi pelaku usaha di bidang otomomotif. Namun di tengah tidak bergairahnya pasar, Mandiri Tunas Finance (MTF) justru cakap siasati kelesuan pasar otomotif yang sedang terjadi.
Melalui strategi yang digencarkan menggunakan networking dealer dari Agen Pemegang Merek (APM) serta massive nya nasabah Bank Mandiri, MTF berhasil meraih pembiayaan baru sepanjang kuartal kedua (Q2) 2015. Dibandingkan periode yang sama di 2015, MTF mengalami peningkatan signifikan hingga 9,31 persen dari Rp 7,17 triliun menjadi Rp 7,48 triliun.
Dari semua angka yang dirangkum MTF termasuk peningkatan pembiayaan baru hingga 29,14 persen dengan detail, 72 persen dari pembiayaan konsumen, 6 persen dari sewa pembiayaan dan sisanya dari pendapatan bunga. Secara keseluruhan laba tahun berjalan MTF mencapai Rp 152,78 miliar dari Rp 113,3 miliar angka pendapatan tahun sebelumnya.
“Syukur kami dipercaya oleh semua dealer brand mobil yang beredar di Indonesia, program-program yang kami gencarkan ke para konsumen ataupun calon konsumen juga menjadi salah satu faktor strategi kami untuk meningkatkan angka pendapatan MTF,” ujar Harjanto Tjitoharjojo, Direktur MTF kepada mobilinanews.
Strategi lain yang dikedepankan oleh MTF yaitu menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan “Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance” (PUB II) di gedung Plaza Bapindo (16/11). Surat obligasi yang akan diterbikan targetnya akan menghimpun dana hingga Rp 2 triliun. Dari angka ini obligasi yang dikeluarkan guna modal kerja.
“Dari obligasi yang dikeluarkan alokasi obligasi bisa disasar ke pasar passenger car karena lebih seksi dibandingkan pasar komersial, dan mobil penumpang lebih kecil resikonya,” pungkas Harjanto.