Penjualan Chery Tergelincir di Oktober 2025, Tekanan Ekonomi Global Atau Lemahnya Minat Konsumen?

Selasa, 18/11/2025 22:42 WIB | bagas
Chery J6 (Foto: Mobilinanews)
Chery J6 (Foto: Mobilinanews)

Mobilinanews (Jakarta) - Laju kencang penjualan mobil Chery di Indonesia kini tampaknya menemui jeda sementara. Merek asal Tiongkok ini mencatatkan koreksi volume pengiriman pada Oktober 2025 kemarin.

Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales (pabrik ke dealer) Chery pada periode Oktober 2025 tercatat sebanyak 1.560 unit.

Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, gagal mempertahankan volume yang sempat menembus angka 2.000 unit pada bulan sebelumnya, yakni 2.105 unit pada September 2025.

Penurunan serupa juga terlihat pada angka retail sales (dealer ke konsumen), indikator yang lebih mencerminkan daya beli langsung masyarakat. Penjualan ritel Chery di Oktober 2025 berada di angka 1.563 unit, sedikit menurun dari 2.102 unit pada bulan September.

Anjloknya volume Chery ini bukan kejadian tunggal. Koreksi tersebut diperkirakan kuat mencerminkan adanya perlambatan permintaan pasar otomotif nasional pada kuartal IV (Oktober-Desember) 2025.

Data Gaikindo mengindikasikan bahwa beberapa merek mobil lain juga mengalami penyesuaian volume pengiriman sebagai respons atas melemahnya daya beli konsumen dan tekanan ekonomi global yang masih membayangi.

Namin, meskipun Chery harus menelan pil pahit penurunan bulanan, secara total kinerja perusahaan tetap membukukan catatan emas. Ini membuktikan bahwa koreksi Oktober 2025 lebih disebabkan oleh faktor pasar, bukan melemahnya minat konsumen pada Chery.

Pasalnya, di sepanjang periode Januari-Oktober 2025, total distribusi wholesales secara kumulatif berhasil mencapai 16.720 unit. Angka ini melonjak tajam 142,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (6.889 unit).

Hal serupa terjadi pada kinerja penjualan ritel yang telah menunjukkan peningkatan yang lebih fantastis, mencapai 16.667 unit selama sepuluh bulan pertama 2025 atau naik 148,8% dibanding periode Januari-Oktober 2024 (6.700 unit).

Kinerja kumulatif yang meroket ini tidak lepas dari kuatnya permintaan pada semester I/2025, didorong oleh popularitas model andalan Chery, seperti Omoda E5 dan Tiggo series, yang berhasil menarik perhatian konsumen di segmen SUV dan kendaraan listrik.

Dengan demikian, koreksi pada Oktober 2025 ini pun diperkirakan hanya bersifat sementara. Chery Indonesia dan para diler diyakini akan memanfaatkan momen akhir tahun untuk kembali tancap gas.

Ya, tentunya, periode akhir tahun biasanya menjadi waktu puncak penjualan berkat berbagai program promosi, insentif dari dealer, hingga potensi peluncuran produk penyegaran yang dapat mendongkrak kembali permintaan pasar.

Dengan fundamental pertumbuhan yang kuat dan potensi peningkatan permintaan jelang, publik dan pelaku pasar akan menantikan apakah Chery mampu kembali menembus batas 2.000 unit dan mengakhiri tahun 2025 dengan rally penjualan yang mengesankan.