Perhitungan Biaya per Kilometer Mobil Listrik Murah dari Jaecoo

Rabu, 19/11/2025 10:30 WIB | Wilfrid Kolo
Model Jaecoo J5 EV yang sangat menggoda pengguna mobil listrik
Model Jaecoo J5 EV yang sangat menggoda pengguna mobil listrik

mobilinanews (Jakarta) – Jaecoo J5 EV telah diluncurkan awal November lalu dengan harga mulai Rp 249,9 juta. Model ini datang dengan dua varian. Standard ditawarkan Rp 249.900.000 (OTR Jakarta) dan varian Premium dibanderol Rp 299.900.000 (OTR Jakarta), khusus 1.000 konsumen pertama.

Di tengah kompetitor yang bermain di kisaran Rp 450–500 juta, Jaecoo datang menggebrak dengan SUV listrik yang memiliki segalanya dengan harga yang lebih rendah. Konsumen pun merasa penasaran dengan angka tersebut.

 Mobil ini dibekali paket fitur seperti fast charging 130 kW (30–80% dalam 28 menit), panoramic roof, kamera 540°, 17 fitur ADAS, dan V2L 3,3 kW memperlihatkan ambisi Jaecoo untuk menghadirkan SUV listrik fungsional dengan harga terjangkau.

Country Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa, mereka ingin konsumen Indonesia mendapatkan produk yang benar-benar memenuhi ekspektasi public.

“Kami ingin melihat Jaecoo J5 EV bukan hanya dari angka di atas kertas, tetapi dari bagaimana mobil dengan slogan “The Real SUV” ini dipakai sehari-hari. Karena itu, kami melakukan pengujian internal untuk menunjukkan jarak tempuh yang bisa dicapai dalam kondisi nyata,” ungkapnya.

Melalui pengujian internal di Indonesia, Jaecoo J5 EV mencatat jarak tempuh 534,1 km, melampaui klaim 461 km (NEDC). Pengujian dilakukan dengan rute 80% tol dan 20% non- tol, kecepatan stabil 80–100 km/jam, AC 22°C menyala, Android Auto aktif, wireless charging aktif, dan dua orang di dalam mobil.

Dengan skenario yang menyerupai penggunaan sehari-hari, hasil ini menunjukkan bahwa J5 EV dapat memberikan range yang konsisten dalam kondisi normal, bukan hanya skenario ideal.

Dari sisi biaya penggunaan, biaya harian yang dikeluarkan berada di kisaran Rp 9.692 atau sekitar Rp 194 per kilometer jika diisi melalui portable charger di rumah dengan tarif sekitar Rp 1.700/kWh.

Sedangkan berdasarkan konsumsi energi rata-rata 8,77 km/kWh, jarak tempuh harian 50 km membutuhkan sekitar 5,70 kWh.

Pengisian harian ini juga praktis karena dengan portable charger bawaan, waktu charging sekitar tiga jam setiap harinya sudah cukup untuk mengembalikan baterai ke kondisi penuh.

Bagi pengguna yang lebih sering mengandalkan SPKLU, biaya pengisian tetap kompetitif. Dengan tarif sekitar Rp 2.500/kWh pada fast charging, kebutuhan energi yang sama setara dengan biaya sekitar Rp 14.253 per 50 km atau kurang lebih Rp 285 per kilometer.