mobilinanews (Abu Dhabi) - Kompetisi panjang F1 2025 sudah selesai. Lando Norris terus menggelar pesta. Max Verstappen sudah ikhlas kehilangan gelar. Tapi, drama di luar mereka terus berlangsung.
Seperti diketahui, Verstappen juara di GP Abu Dhabi kemarin sementara Norris finish P3 dan cukup untuk menyegel gelar dunia. Ia hanya unggul 2 poin atas Verstappen di klasemen akhir kejuaraan.
Nah, gara-gara 2 poin itulah pembalap muda Mercedes Andrea Kimi Antonelli terseret. Ia diserang habis-habisan oleh fans fanatik Verstappen yang mungkin saja gabung di kelompok Orange Army yang sangat fanatik mendukung pembalap Belanda itu.
Pasalnya, di GP Qatar lalu, Antonelli dituding membantu Norris untuk mendapatkan dua poin ekstra. Saat itu Kimi berada di posisi 4 balapan dan Norris di posisi kelima. Tapi, beberapa tikungan jelang finish, mobil Kimi tiba-tiba melebar dan memberi kesempatan Norris menyalip dan akhirnya finish P4. Artinya, dia mendapat tambahan 2 poin dari seharusnya.
Saat itu juga race engineer Verstappen, Gianpiero Lambiase berkomentar pedas lewat radio seolah itu disengaja Kimi untuk menguntungkan McLaren. Penasehat Senior Red Bull Helmut Marko pun terpancing emosinya dengan tudingan yang sama.
Jika tak ada kasus Qatar itu, maka perbedaan dua poin di kejuaraan dunia tahun ini tak ada. Verstappen dan Norris akan punya jumlah poin yang sama. Dengan begitu Verstappen yang jadi juara dunia 2025 karena meraih 8 kemenangan tahun ini sedangkan Norris hanya 7.
Tak pelak sejak Miiggu malam tadi, hujatan dari fans Verstappen meluncur deras ke Kimi lewat media sosial. FIA mencatat ada 1.100 pesan keras, beberapa bernada ancaman pembunuhan kepada pembalap Italia berusia 19 tahun itu.
Tentu saja yang membela Kimi juga banyak. Termasuk bos Mercedes Toto Wolff yang memberikan rekaman kamera di kokpit mobil Kimi bagaimana proses kesalahan tak sengaja itu terjadi.
Para pengamat pun ikut menengahi. Andai Kimi 'tidak membantu' di GP Qatar pun Norris dipastikan tetap juara dunia. Logikanya, Oscar Piastri yang finish P2 di Abu Dhabi dipastikan akan mundur posisi untuk berganti tempat dengan rekan setimnya, Norris. Keunggulan poinnya malah jadi 5.
Kimi sendiri sudah meminta maaf langsung kepada Varstappen soal 2 poin ekstra itu. Ia mengaku salah saat mengemudi di lap terakhir GP Qatar itu dan memastikan hal itu sama sekali tak disengaja.
Respons Verstappen justru sangat positif. Pemegang 4 gelar dunia ini malah menghibur prmbalap yunior itu untuk tidak merasa bersalah dan tetap tegar menghadapi situasi yang ada.
"Jangan khawatir kawan, semua baik-baik saja. Jangan merasa bersalah," kata bijak Verstappen.
Sayangnya, masih ada fans yang belum bisa menerima kekalahan idolanya dengan obral kemarahan di media sosial. (r)