Pindad Nahkodai Proyek Ambisius Mobil Nasional, Pabrik Raksasa Siap Dibangun di Subang

Kamis, 11/12/2025 14:26 WIB | bagas
Pindad Maung MV3 (Foto: Pindad)
Pindad Maung MV3 (Foto: Pindad)

Mobilinanews (Jakarta) - Upaya panjang Indonesia untuk mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menghadirkan kembali mobil nasional kini memasuki babak baru yang terbilang sangat konkret.

Pemerintah secara resmi menempatkan PT Pindad, perusahaan manufaktur milik negara, di garis depan sebagai pengelola utama proyek strategis ini, dengan rencana pembangunan fasilitas produksi di kawasan Subang, Jawa Barat.

Langkah monumental ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad.

Kolaborasi ini dirancang untuk menyelaraskan kebijakan pengembangan kawasan industri prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan mengakselerasi Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan bahwa kunci keberhasilan bukan hanya sekedar merakit atau membuat mobil, melainkan membangun ekosistem industri yang terintegrasi.

“Hal ini bisa terjamin kalau ada kombinasi antara industri dengan kawasan. Industri otomotif yang baik harus ada kawasan, dan kawasan yang baik harus dekat dengan mata rantai atau rantai pasok komponennya,” dikutip dari situs resmi PT Pindad, dikutip Kamis, 11 Desember.

Ia berharap MoU ini akan menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan, penguatan rantai pasok dalam negeri, dan penguasaan teknologi manufaktur modern, yang akan membawa industri otomotif Indonesia berkelas dunia.

“Ini adalah milestone kita untuk membangun industri yang hebat, akselerasi hilirisasi, mendorong industri kuat, mendorong kemitraan strategis, aglomerasi industri, dan yang terakhir mendorong industri kita menjadi yang lebih baik,” tambahnya.

Menanggapi itu, pihak PT Pindad menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat dalam penguatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program pengembangan mobil nasional sebagai program strategis nasional (PSN).

“Kesempatan yang diberikan ini tentunya menjadi wadah para akademisi kita untuk berkecimpung di bidang pengembangan produk otomotif dari hulu sampai hilir,” Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa.

Sigit juga mengungkapkan bahwa lahan pabrik di Subang telah dipersiapkan, dengan target ambisius kapasitas produksi hingga mencapai 500.000 unit per tahun, diawali dengan 100.000 unit pada tahun 2028 mendatang.

“PT Pindad berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas research dan pengembangan memperkuat kemampuan produksi dan rantai pasok nasional, serta menghasilkan setiap tahapan pembangunan mobil nasional berjalan sesuai dengan arahan,” tambahnya.

Meskipun model dan jenis mobil nasional masih dirahasiakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah memberikan petunjuk penting mengenai target pasar untuk mobil buatan Indonesia tersebut.

Airlangga menyebutkan bahwa mobil tersebut akan dipasarkan dengan harga dibawah Rp300 juta. Hal ini sejalan dengan tren pasar domestik saat ini, di mana segmen di bawah harga tersebut memiliki pangsa terbesar.

Isu tentang mobil nasional sempat menarik perhatian publik pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2025), saat dipamerkannya SUV listrik konsep bernama Indigenous Indonesia Car atau i2C Project. 

Mobil listrik yang diklaim sebagai karya anak bangsa tersebut mengusung dimensi yang cukup besar, dengan panjang 4.910 mm dan ditenagai baterai NMC berkapasitas 83,4 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 617 kilometer.

Dengan penunjukan Pindad dan dukungan penuh pemerintah, roadmap mobil nasional kini semakin jelas dan terarah, menandai babak baru kemandirian teknologi dan industri manufaktur Indonesia.