mobilinanews (Jakarta) – Warga Jakarta Barat sepertinya bakal punya harapan baru buat lepas dari jebakan macet dan banjir yang sudah jadi "makanan sehari-hari" di Daan Mogot. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, baru saja memberikan sinyal serius soal rencana pembangunan flyover sepanjang lebih dari 2 kilometer.
Berikut adalah rangkuman situasi terkini yang perlu kamu tahu sebagai warga kota yang produktif:
Banjir di Daan Mogot bukan cuma soal selokan mampet. Masalah teknis utamanya adalah posisi jalan raya yang berada di bawah permukaan Sungai Mookervart.
Dampaknya: Begitu curah hujan menyentuh angka 100 mm, air sungai otomatis melimpah ke jalan.
Kasus Terbaru: Pada 29 Januari 2026, luapan air merendam 46 RT dan 13 ruas jalan, melumpuhkan total arus lalu lintas saat jam pulang kantor.
Pemerintah Jakarta tidak cuma mengandalkan satu cara. Mereka membagi penanganan menjadi tiga tahap:
| Tahap | Solusi | Detail |
| Jangka Pendek | Pompa Stasioner | Pemasangan 3 pompa di KM 13 (A & B) dengan kapasitas 7.000 liter/detik. |
| Jangka Menengah | Flyover | Pembangunan jalan layang >2 km untuk memindahkan jalur utama ke atas genangan. |
| Jangka Panjang | Kajian Teknis | Dinas Bina Marga sedang menghitung ulang desain agar efisien atasi banjir sekaligus macet. |
Membangun flyover di sini bukan sekadar gaya-gayaan infrastruktur. Strategi ini dianggap sebagai solusi cerdas karena:
Aksesibilitas Terjamin: Kendaraan tetap bisa melintas meskipun area di bawahnya (jalan lama) sedang tergenang.
Memecah Kemacetan: Dengan panjang lebih dari 2 km, flyover ini akan memisahkan arus lalu lintas jarak jauh dengan kendaraan yang keluar-masuk pemukiman/bisnis lokal di sepanjang Daan Mogot.
Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap kajian teknis. Gubernur Pramono sudah meminta Dinas Bina Marga untuk menghitung kapasitas dan detail desain agar benar-benar tepat sasaran dan tidak sekadar jadi proyek tambal sulam.
Kalau proyek ini terealisasi, mobilitas warga Jakarta Barat menuju Tangerang atau sebaliknya diprediksi bakal jauh lebih manusiawi, tanpa perlu was-was melirik ramalan cuaca setiap mau berangkat kerja.