MotoGP 2026 Austin: Oleng Karena Kondisi Fisik, Marc Marquez Pesimis ke Texas?

Jum'at, 27/03/2026 22:57 WIB | Rulin purba
Marc Marquez (Spanyol/Ducati), (Foto: ducati)
Marc Marquez (Spanyol/Ducati), (Foto: ducati)

mobilinanews (AS) - Dua seri sudah berlalu, Marc Marquez belum tampak garang seperti awal musim 2025. Bagaimana di seri ketiga, GP Austin di Circuit of the America (COTA) pekan ini?

MM93 adalah rider terbaik di Texas. Selain Schsenring di Jerman, COTA salah satu trek favoritnya. Ia sudah torehkan 7 kemenangan di Texas. Tapi, tahun lalu ia kalah dari rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia.  Dan, tahun ini, layak untuk meragukan Marquez kembali berjaya di negeri para koboi itu.

Terlepas dari dominasi Marco Bezzecchi (Aprilia) ysng sejak akhir musim lalu menang dalam 4 seri beruntun hingga GP Brasil lalu, ada dua masalah yang membuat Marquez oleng sementara ini.

Pertama, proses adaptasinya yang belum sempurna pada Ducati Desmosedici GP26. Ia tak ikut tes Valencia 2025 dimana prototype GP26 kali pertama diuji. Saat itu ia menyerahkan sepenuhnya pada feedback Bagnaia.

Ia baru gabung pada tes pra musim 2026. Dan, sepertinya ada beberapa hal yang harus dikoreksi Marquez pada GP26 yang berdasarkan masukan Bagnaia. Faktanya,  Bagnaia sendiri tak cemerlang dalam dua seri tahun ini meski saat tes awal mengaku sangat menyukai dan yakin dengan performa GP26.

Yang kedua adalah kondisi fisik Marquez sejak kecelakaan parah di GP Indonesia, Oktober 2025. Ia akui cidera pada bahunya yang sudah beberapa kali dioperasi belum sepenuhnya pulih seperti semula.

Di Thailand lalu ia mengaku kondisinya belum 100%.

Masuk Austin ini bisa jadi masih sama. Contoh terakhir di GP Brasil. Marquez memenangkan balap pendek (sprint race), tetapi kalah pada main race dengan durasi balap yang lebih panjang.

Dan, seperti diakui Marquez, Austin adalah trek yang sangat menguras stamina. Bukan ksrena cuaca, bukan karena usianya yang tahun ini 33 tahun, tapi lay out lintasan yang khas.

Terdiri dari 20 tikungan yang mengelilingi lintasan sepanjang 5,51 km, jarak antar tikungan terbilang pendek-pendek yang mengharuskan pembalap buru-buru ganti posisi badan dan motor dari satu tikungan ke tikungan berikutnya. Selalu begitu sepanjang 19 laps durasi balapan dan pastinya sangat melelahkan.

"Sirkuit ini sangat menguras fisik, yerutama Swktor 1 dan 2. Diibandingkan tahun-tahun sebelumnya tentu saja kondisi fisik saya saat ini berbeda," kata Marquez yang terkesan pesimis,  apalagi ia menyebut Aprilia bersama Marco Bezzecchi adalah pembalap tercepat saat ini.

Satu hal.lagi yang bakal sulit dilawan adalah kecepatan Aprilia RS-GP di trek lurus Austin yang panjangnya 1,2 km itu. Dan, sebagai info tambahan, Aprilia adalah pemegang rekor top speed di sana lewat Maverick Vinales saat membesut Aprilia pada musim 2023 dengan kecepatan 356,4 km per jam. Wow!

Ia menambahkan, performa Aprilia dan Bezzecchi menjadi target untuk dikalahkan tapi Marquez menyebut tak mudah untuk saat ini.

"Kecepatan yang tahun lalu milik kami, sekarang ada di Aprilia."

"Saya harus bersabar," imbuhnya,  dengan kata lain ia tak akan memaksakan menyerang penuh jika hal itu beresiko celaka lagi dan itu ia perlihatkan di Brasil kala menyerah dari Fabio Di Giannantonio masuk finish di zona podium. 

"Finish P4 lebih baik daripada celaka karena saat ini kesehatan adalah prioritas saya."

Bisa jadi benar Marquez jujur dengan kondisinya. Tapi seorang Marquez tetaplah Marquez. Dalam situasi apa pun ia tak bisa diabaikan. Jika ia merasa nyaman di atas motornya maka semua kemungkinan terbuka di Austin. 

Selama ini hasil balapnya di sana hanya 2 kemungkinan saja, finish sebagai juara atau minimal podium atau celaka alias DNF. Mana yang akan terjadi pada Minggu (29/3) nanti? (r)