mobilinanews (Jakarta) – Bagi para antusias otomotif, nama Freelander bukan sekadar lini produk, melainkan warisan ketangguhan Land Rover yang sempat terhenti pada 2015. Kini, di bawah bendera kolaborasi strategis antara Chery dan Jaguar Land Rover (JLR), Freelander resmi lahir kembali. Bukan lagi sekadar model, melainkan sebuah brand independen yang fokus pada New Energy Vehicle (NEV).
Langkah ambisius ini memadukan dua kutub kekuatan: Kemewahan Aristokrat Inggris dengan Akselerasi Teknologi China yang agresif.
Membangun identitas baru tanpa melupakan akar sejarahnya, Freelander memperkenalkan Concept97. Angka "97" dipilih sebagai penghormatan terhadap tahun kelahiran generasi pertama Freelander. Secara visual, mobil ini membawa DNA tangguh dengan lampu kotak dan emblem tegas yang sekilas mengingatkan kita pada siluet Defender modern.
Di balik bodinya yang kokoh, Concept97 berdiri di atas platform T1X milik Chery. Ini adalah arsitektur global yang sangat fleksibel, memungkinkan integrasi sistem penggerak listrik murni (BEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga Range-Extended (EREV).
Masuk ke segmen SUV menengah-ke-atas, Concept97 menawarkan dimensi yang intimidatif namun elegan:
Panjang: Lebih dari 5.100 mm.
Wheelbase: Lebih dari 3.000 mm.
Konfigurasi: 6-seater (2+2+2).
Fokus kenyamanan berada di baris kedua sebelah kanan yang dilengkapi mode zero-gravity, memberikan sensasi relaksasi maksimal bagi penumpang VIP. Interiornya pun tampil futuristik dengan floating central display, setir palang tiga, dan dual wireless charging pads.
Freelander tidak main-main dalam urusan performa dan kecerdasan buatan. Mereka menggandeng raksasa teknologi untuk memastikan unit ini berada di kasta tertinggi:
Sistem Mengemudi Cerdas: Mengadopsi Huawei Qiankun generasi terbaru yang didukung LiDAR 896-baris untuk pemindaian presisi tinggi.
Kemampuan All-Terrain: Dilengkapi i-ATS (Intelligent All-Terrain System), sistem pintar pertama di dunia yang memadukan peredam kejut pre-emptif dengan tiga kunci diferensial.
Teknologi Baterai: Bekerja sama dengan CATL, Freelander menggunakan baterai Freevoy berkemampuan pengisian super 6C (hingga 360kW). Baterai ini dirancang khusus untuk medan berat dengan lapisan polimer FD guna menahan benturan ekstrem saat off-road.
Keseriusan proyek ini dibuktikan dengan pendirian kantor pusat di Shanghai serta dukungan fasilitas riset di Inggris dan China. Freelander ditargetkan mengamankan kualifikasi produksi NEV pada akhir 2025, dengan produksi massal perdana di pabrik Changshu yang dijadwalkan mulai pada akhir tahun 2026.
Kehadiran Freelander menandai babak baru bagi JLR dalam mempercepat elektrifikasi global dengan memanfaatkan efisiensi manufaktur Chery. Bagi konsumen kelas atas, ini adalah tawaran menarik: SUV dengan prestise Inggris namun dengan kecanggihan teknologi masa depan.
| Fitur | Detail |
| Platform | Chery T1X Architecture |
| Dimensi | Panjang >5.100 mm |
| Kapasitas | 6 Penumpang (2+2+2) |
| Baterai | CATL Freevoy (Ultra-fast charging 360kW) |
| Teknologi ADAS | Huawei Qiankun Intelligent Driving |
| Sistem Off-road | i-ATS dengan 3 Differential Locks |