Mobilinanews (Lombok) - Aspal Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)bersiap menjadi saksi sejarah baru bagi dunia otomotif nasional.
Pada 1-3 Mei 2026 mendatang, gelaran Mandalika Festival of Speed (MFoS) tidak hanya akan memacu adrenalin lewat GT World Challenge Asia, tetapi juga menghadirkan babak baru emansipasi di lintasan balap melalui Mandalika Kartini Race 2026.
Event ini bukan sekadar ajang pendamping. Mandalika Kartini Race dirancang sebagai simbol kebangkitan perempuan di sektor yang selama ini didominasi laki-laki. Memperingati Hari Kartini sekaligus International Women’s Day, balapan ini menggunakan format one-make race dengan Krida Toyota Agya.
Spesifikasi kendaraan yang seragam memastikan bahwa kemenangan sepenuhnya berada di tangan mereka yang memiliki strategi paling tajam dan konsistensi paling kuat di atas sirkuit.

Langkah strategis ini sejalan dengan program Women in Motorsport (WIM) yang diusung oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Di bawah kepemimpinan Alexandra Asmasoebrata untuk periode 2025-2030, komisi ini fokus pada regenerasi dan pemberdayaan talenta perempuan agar mampu bersaing hingga level global.
“Setelah cukup lama tidak turun balap, saya sangat senang bisa kembali ke lintasan dan berpartisipasi di Mandalika Kartini Race 2026 bersama para pembalap perempuan lainnya,” ungkapnya mengutip keterangannya, Senin (13/4/2026).
“Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga upaya kami untuk mendorong lahirnya generasi baru pembalap wanita di Indonesia. Kami berharap kehadiran kami di sini bisa menjadi pemicu dan inspirasi bagi talenta-talenta muda untuk berani terjun ke dunia motorsport,” ujar Alexandra.
Dukungan penuh juga datang dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai pengelola sirkuit. Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, melihat ajang ini sebagai momentum krusial untuk membuktikan bahwa gender bukan penghalang bagi prestasi di olahraga ekstrem.
Selain aspek kompetisi, kendaraan yang digunakan juga akan mengusung misi promosi pariwisata Indonesia melalui branding khusus.

“Mandalika Kartini Race 2026 adalah sebuah upaya dari MGPA sebagai pengelola Pertamina Mandalika International Circuit, untuk turut serta mendukung semangat emansipasi perempuan Indonesia melalui ajang balapan di sirkuit,” paparnya.
“Melalui ajang ini, kami ingin menciptakan ruang kolaborasi, pembinaan, dan inspirasi agar semakin banyak talenta perempuan yang lahir dan mampu bersaing dalam dunia balap dari level nasional hingga internasional,” terang Priandhi.
Sederet nama besar dan talenta berbakat dipastikan akan mengisi grid start. Mulai dari pembalap senior Alexandra Asmasoebrata dan Alinka Hardianti, hingga deretan pembalap kompetitif lainnya seperti Belove Athaya, Clio Clarissa Tjonnadi, Audey, Vivit, Patricia Revalina, dan Ine Rosdiana.
Kehadiran mereka di Mandalika bulan Mei nanti akan menjadi bukti nyata bahwa keberanian dan peluang bagi perempuan Indonesia kini telah terbuka lebar di level tertinggi motorsport.