mobilinanews (Jakarta) – Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Changan terus mengembangkan mobil modern dan canggih untuk menunjang kenyamanan dan efisiensi mobilitasnya.
Menjawab hal tersebut, Changan menghadirkan inovasi teknologi yang mereka sebut REEV (Range Extended Electric Vehicle), yang diaplikasikan pada mobil Deepal S05.
Teknologi REEV adalah kendaraan elektrifikasi yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai saat diperlukan.
Perpaduan ini membuat pemobil tak perlu khawatir cepat kehabisan baterai saat melakukan perjalanan jauh.
Lalu apa saja keunggulan dari teknologi inovatif REEV, yang dikembangkan Changan dibandingkan dengan teknologi HEV, PHEV, dan BEV yang banyak digunakan saat ini.
Keunggulan REEV adalah pada kinerja efektif dan optimal pada mesin kendaraan listrik yang mengaplikasikannya. Dengan dukungan mesin sebagai generator, REEV membantu mengurangi kekhawatiran terkait jarak tempuh.
Saat perjalanan jauh, biasanya pengguna kendaraan listrik was-was dengan kondisi baterai, sehingga perlu memperhitungkan rute perjalanan yang terkait dengan akses ke SPKLU yang masih terbatas.
Dengan REEV, pengemudi tak perlu khawatir soal itu. Mereka tetap dapat menikmati karakter khas kendaraan listrik yang senyap, halus, dan responsif, dengan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.
Mengapa demikian, karena meskipun menggunakan bensin, emisi gas buang REEV jauh lebih rendah, dibanding mobil konvensional karena mesin bekerja sangat optimal (tidak ada beban akselerasi langsung).
Batareinya efisien, karena saat kapasitas baterai mulai menipis di tengah jalan, mesin bensin akan siap untuk memproduksi listrik yang langsung disalurkan ke baterai, sehingga mobil tetap melaju aman.
Untuk itu, REEV memberikan pengalaman berkendara elektrik tanpa kekhawatiran jarak tempuh dan charging anxiety. Teknologi ini semakin solutif, di tengah isu harga bahan bakar minyak yang terus meningkat.
Sebagai pionir teknologi REEV, Changan kemudian membekalinya pada unit Deepal S05 REEV pada April 2026 lalu. Mereka optimis model teknologi seperti ini yang menjadi solusi tapat yang mendukung efisiensi kendaraan terutama di Indonesia.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya menjelaskan bahwa teknologi inovatif seperti REEV menjadi jawaban solutif di tengah transisi menuju elektrifikasi di Tanah Air.
“Kami memahami bahwa transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan adaptasi. Karena itu, teknologi REEV hadir untuk memberikan pengalaman berkendara listrik dengan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh,” ungkap Setiawan Surya.
Untuk itu, melalui teknologi ini, Changan ingin mendukung percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini.