mobilinanews (Italia) - Di masa lalu Aprilia mencatat banyak kemenangan di grand prix 125 dan 250 cc. Termasuk di GP Italia. Tapi, sejak manggung di kelas primer, tak sekalipun pabrikan Italia ini juara di sirkuit ikonik Mugello.
Kesempatan besar datang pada hari ini, saat sesi grand prix GP Italia digelar pada Minggu (30/5) malam pukul 19.00 WIB.
Peluang besar karena Aprilia datang dengan modal yang juga sangat besar. Tiga pembesut RS-GP memborong front row lewat Marco Bezzecchi sebagai pole sitter, Raul Hernandez di P2 dan Jorge Martin di P3.
Posisi strategis itu berhasil dimanfaatkan Fernandez dan Martin dengan finish 1-2 pada sesi sprint sementara Bezzecchi kehilangan jatah podium akibat kesalahan pengereman di lap pertama. Intinya, ketiganya optimistis menuju balap utama ini.
Kepercayaan diri itu dilengkapi dengan modal besar lainnya, yakni kecepatan yang istimewa. Fernandez cukup konsisten dengan kecepatannya pada sesi sprint race berdurasi 11 laps. Dan, konsistensi itu pula yang perlu dilanjutkan pembalqp tim Trackhouse Aprilia itu pada balap 23 laps malam ini.
Martin juga datang dengan modal kecepatan luar biasa. Ia adalah pemecah rekor top speed di Mugello dengan catatan waktu baru, yakni 368,6 km/jam. Wow!
Pada jalur cepat sepanjang 1, 1 km itu, ia melampaui rekor lama (366,1 kpj) milik Brad Binder (KTM) yang dibuat pada edisi balap 2023. Dengan peralihan mesin motor MotoGP ke 850 cc tahun depan, bisa jadi rekor Martin bakal abadi.
Bezzecchi pun datang dengan modal tak kalah mentereng. Ia juga memecahkan rekor lap Mugello dengan catatan waktu baru 1 menit 43,921 detik.
Dengan modal itu ketiganya pantas membidik kemenangan bersejarah Aprilia di Mugello, di depan massa Italia yang selalu antusias. Kalau Fernandez ingin.menang untuk menambah koleksi juara, beda hnya dengan Bezzecchi dan Martin yang tengah bersaing di puncak klasemen MotoGP 2026 dengan selisih hanya 12 poin.
Karena itu, selain kesempatan besar, race kali ini juga punya resiko besar jika masing-masing pembalap pertahankan ego sendiri-sendiri. Apalagi ketiganya start dari baris yang sama dan langsung adu sprint untuk berebut keluar lebih dulu di tikungan pertama.
Dengan pertimbangan resiko itu, CEO Aprilia Raccng Massimo Rivola merasa perlu mengumpulkan seluruh joki Aprila untuk menanggalkan egonya dan respek kepada sesama joki Aprilia.
"Kami tak ingin tubrukan antara Raul dan Martìn di Cataunya terjadi lagi. Mereka bebas fight, tapi jangan memaksakan diri untuk menghindari crash yang merugikan seluruh tim," ucap Rivola.
Rivola tak mempermasalahkan siapa dari tiga pembalap itu yang akan memenangkan GP Italia edisi tahun ini. Tapi, jika boleh nemilih, pastinya ia ingin Bezzecchi yang jadi juara. Tak lain untuk sebuah kebanggaan karena GP Italia dimenangkan oleh pembalap Italia di atas motor Italia. Itu akan jadi sejarah penting buat Aprilia (r)