MotoGP 2026 Jerman: Dirusak Oleh Jorge Martin, Mental Marco Bezzecchi Butuh Reparasi

Minggu, 12/07/2026 15:37 WIB | Rulin purba
Rivalitas Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, semakin seru dalam perburuan gelar musim ini. (Foto: motogp)
Rivalitas Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, semakin seru dalam perburuan gelar musim ini. (Foto: motogp)

mobilinanews (Jerman) - Terakhir kali Marco Bezzecchi tampil gagah di raceday MotoGP terjadi di GP Italia, 31 Mei. Setelah itu 4 seri balap dijalani tanpa raihan poin 'gara-gara' diusik Jorge Martin.
Pada seri Italia itu Bezzecchi benar-benar jadi local hero Italia. Sampai para tifoso Ducati pun memberinya aplaus saat victory lap.

Tapi, pada seri selanjutnya di GP Hungaria, 7 Juni, serial malapetaka mulai terjadi.
Saat itu Martin yang rekan setimnya di Aprilia, mulai menapak ke jalur perebutan gelar berkat kemenangan di GP Prancis dan P2 di Italia.

Singkat cerita, selepas start GP Hungaria, Martin yang mulai proklamirkan diri jadi penantang gelar 2026, tampil super agresif. Motornya menerjang dan menyeret motor Bezzecchi dan tiga pembalap lainnya. Keduanya DNF dan itu membuka kemenangan perdana Marc Marquez (Ducati) sekaligus juga membuka kembali peluangnya dalam perburuan gelar.

Bezzecchi marah dan mulai tertekan.
Sialnya kemarahan itu ia tumpahkan dengan cara menampar seorang Marshall di pinggir lintasan. Perbuatan yang membuat steward menghukumnya dengan larangan berlomba di GP Ceko. Mentalitas Bezzecchi terganggu.

Rivalitasnya dengan Martin pun mulai tak sehat. Terlebih karena ambisi Martin meraih gelar diumbar terbuka dan ia tak lagi punya ikatan emosional dengan tim maupun rekan setimnya karena sudah pasti pindah ke kubu Yamaha pada 2027.

Bezzecchi yang sejak awal musim memimpin klasemen mulai terusik. CEO Aprilia Massimo Rivola saat itu mengakui Bezzecchi dalam posisi tertekan oleh ketatnya persaingan. Dan, ia hanya bisa mengimbau Bezzecchi agar lebih rileks memenej emosinya.

 Lanjut ke GP Belanda pada 28 Juni, Kemalangan Bezzecchi masih berlanjut. Ia celaka karena kesalahan sendiri sementara tiga pengendara Aprilia finish 1-2-3. Martin yang finish P3 pun mengambil alih posisi Bezzecchi di puncak klasemen dengan balik unggul 7 poin.
Belum cukup. Bezzecchi kembali celaka pada sesi kualifikasi GP Jerman pada Sabtu (11/7) dan membuatnya absen pada raceday Minggu (12/7).

Akibatnya bukan hanya Martin yang menjauh di klasemen dengan keunggulan jadi 11 poin, tetapi posisinya di P2 pun terancam digusur oleh Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) dan bahkan juga terancam oleh Marquez.

Untungnya, ya masih ada untungnya, usai GP Jerman sirkus MotoGP akan istirahat musim panas sekitar sebulan. Periode libur inilah yang akan digunakan untuk pemulihan fisik sekaligus 'merehab' atau mereparasi mental Bezzecchi.

Setidaknya itulah yang sudah direncanakan Manajer Tim Aprilia Paolo Bonora. Ia menilai Bezzecchi sudah kehilangan kenyamanan dan  kepercayaan diri yang ia nikmati sejak awal musik sampai seri Italia di Sirkuit Mugello.

"Saya selalu ingin mengatakan kepadanya, 'Ingatlah bahwa kamu adalah Marco Bezzecchi yang sama yang meraih kemenangan luar biasa di Mugello," kata Bonora.

Bonora mengakui bahwa jeda musim panas yang akan datang tiba pada saat yang tepat bagi Bezzecchi, baik untuk pemulihan fisik maupun penyegaran mental.

"Kami beruntung memiliki jeda musim panas selama satu bulan," tambahnya.

"Ini adalah hal yang positif untuk memulihkan energi, mengisi ulang tenaga, dan memulai paruh kedua musim dengan langkah yang tepat."

"Kami tentu memberikan dukungan penuh dan semangat untuknya. Ia tahu bahwa seluruh tim berada di belakangnya. Kami tahu energinya; kami tahu kekuatan kami. Jadi, sangat penting untuk tetap positif dan memanfaatkan jeda musim panas ini untuk memulihkan suasana hati demi menghadapi paruh kedua musim."

Martin, rekan yang kini jadi lawan, tentu saja akan memanfaatkan ketidakjadiran Bezzecchi pada race GP Jerman pada Minggu (12/7) malam ini. Start dari P7 mungkin membuatnya punya potensi untuk mengalahkan Marc Marquez si Raja Sachsenring yangbakan start sebagai pole sitter.

Paling banter target yang bisa ia patok adalah finish podium meski itu pun tak mudah karena tipe sirkuit ini tak cocok buat Aprliia dibandingkan Ducati.

Sudah pasti  Martin tak akan mau ambil resiko celaka dan kehilangan poin penting jika memaksakan diri tarung ke zona podium. Karena itu patut diduga ia akan bermain mengamankan poin yang bisa dipetik dan memastikan semakin jauh dan jauh dari Bezzecchi. (*)