Pertamina Bongkar Cara Bikin Mobil Diesel Modern Awet Berpuluh Ribu Kilometer!

Sabtu, 01/08/2026 22:31 WIB | bagas
Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30 (Foto: Mobilinanews/Bagas)
Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30 (Foto: Mobilinanews/Bagas)

Mobilinanews (Tangerang) - Kenaikan tarif operasional kendaraan kini menuntut para pemilik mobil mesin diesel untuk memutar otak demi menghemat konsumsi BBM. Langkah ini tidak cuma bertumpu pada pemilihan bahan bakar semata.

Kinerja dapur pacu modern sangat bergantung pada sinergi antar komponen internal. Ketika satu komponen vital aus, efisiensi termal mesin merosot tajam dan memicu lonjakan penggunaan BBM harian.

Tim Brand Owner Pertamina Fastron, Mulianto, menegaskan pentingnya pemeliharaan rutin. Perawatan berkala harus dipandang sebagai investasi jangka panjang demi menjaga efisiensi serta performa kendaraan.

"Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan," jelas Mulianto saat ditemui di GIIAS 2026, Tangerang, Sabtu (1/8/2026).

Ia melanjutkan bahwa kondisi komponen internal yang bersih menjamin atomisasi bahan bakar berjalan sempurna. Hal ini mencegah tumpukan jelaga sisa pembakaran yang berpotensi merusak presisi injector bertekanan tinggi.

"Kondisi mesin yang terawat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang,” papar Mulianto.

Efisiensi ruang bakar juga didukung oleh pelumas sintetis berkualitas tinggi seperti Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30 yang telah memenuhi sertifikasi standar ketat ACEA A5/B5 untuk diesel modern.

"Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan," pungkas Mulianto merangkum strategi perawatan berkala untuk kendaraan bernapas solar tersebut.

  • Penggantian Filter Bahan Bakar

Penyaringan kontaminan mikro sebelum masuk ke injector bertekanan tinggi sangat krusial. Filter yang tersumbat menurunkan suplai bahan bakar dan mengganggu presisi rasio udara-bahan bakar di ruang bakar.

  • Penggunaan Bahan Bakar Sesuai Cetakan

Bahan bakar berspesifikasi tepat menjaga proses deviasi pembakaran tetap stabil. Hal ini melindungi komponen injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi dari risiko keausan dini dan timbulan deposit.

  • Disiplin Penggantian Oli dan Filter

Oli memegang peran vital dalam melumasi, mendinginkan, serta mengondisikan jelaga sisa pembakaran. Filter oli yang kotor dapat merusak sirkulasi fluida sehingga fungsi pelumasan mesin menurun.

  • Pembersihan Saluran Injeksi Berkala

Proses purging atau pembersihan ruang bakar serta sistem injeksi disarankan setiap 20.000 kilometer. Gunakan cairan khusus non-korosif agar ruang bakar terbebas dari kerak karbon berlebih.

  • Prosedur Idling Pada Turbocharger

Sebelum mematikan mesin, lakukan idling selama 2 hingga 5 menit. Langkah sederhana ini menjaga stabilitas temperatur pelumas pada poros turbocharger sehingga usia pakainya menjadi lebih panjang.

  • Flushing Sistem Pendingin Mesin

Pengurasan radiator dan penggantian coolant disarankan setiap 40.000 kilometer. Mengingat mesin diesel beroperasi pada suhu tinggi, coolant yang segar ampuh mencegah kelayakan overheat.

Kendati demikian, pemeliharaan teratur dan pemilihan oli berstandar tinggi terbukti menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja mesin diesel. Langkah disiplin ini siap menekan pembengkakan biaya perbaikan berat di masa mendatang.