MotoGP 2026 Inggris: Tradisi Aneh Silverstone Berlanjut, 4 Unit Aprilia RS-GP di Zona Perburuan Gelar

Minggu, 09/08/2026 21:11 WIB | Rulin purba
Raul Fernandez (Spanyol/TrackHouse Aprilia). (Foto: ist)
Raul Fernandez (Spanyol/TrackHouse Aprilia). (Foto: ist)

mobilinanews (Inggris) - Percaya tak percaya, takhayul memang ada di GP Inggris, Sirkuit Silverstone. Faktanya, juara berbeda hadir pada akhir race Minggu (9/8).

Raul Fernandez (Spanyol/Trackhouse Aprilia) muncul sebagai juara, kali pertama musim ini sekaligus meneruskan tradisi aneh di Silverstone. Ia menjadi pembalap ke-12 yang berbeda dari 12 seri GP Inggris beruntun di Silverstone sejak musim 2013.

Silakan menyebut kalau 12 pemenang yang beda-beda itu hanyalah kebetulan. Tapi, Fernandez meraihnya bukan kebetulan. Start dari P2, ia langsung melejit ke baris depan mengalahkan Jorge Martin (Aprilia) yang jadi pole sitter. Ia tetap terdepan hingga 20 laps durasi balapan berakhir, dengan gap 2,5 detik dan 3,3 derik atas dua rider pabrikan Aprilia  Martin dan Marco Bezzecchi, sekaligus All Aprilia di podium.

Ada yang menarik dari proses menuju kemenangan itu. Yakni, sikap.positif Fernandez saat mengalami nasib buruk. Ia meraih P2 kualifikasi tetapi saat sprint race kemarin justru celaka di awal balapan karena kesalahan sendiri.

"Saya harus minta maaf kepada tim, itu kesalahan saya. Saya akan menebusnya, kami punya kecepatan untuk balapan utama dan saya percaya diri. Kami hanya perlu fokus," katanya.

Dan, itu ia perlihatkan hari ini. Benar punya speed, main konsisten tanpa pernah menoleh ke belakang.

"Sekarang saya menang. Sangat lega rasanya," ucapantan juara dunia Moto2 itu usai memenangkan balapan utama dengan hadiah tambahan 25 poin pada tabungannya.

Itu mengantar Fernandez ke urutan 6 klasemen menggusur Pedro Acosta (KTM) dengan total poin 184. Artinya, ia mulai masuk jalur perburuan gelar tahun ini karena hanya berjarak 15 dan 16 poin dari Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez dì peringkat 4 dan 5. 

Tiga besar di klasemen  masih milik pembalap.pembesut Aprilia. Tapi, formasinya berubah menjadi Martin (240), Bezzecchi (209) dan AI Ogura yang kali inì gagal finish sehingga tetap dengan poin 203 dan langsung disalip Bezzecchi. Kemarin usai sprint race,  Bezzecchi sudah lebih dulu menggusur posisi Marquez di 3 Besar klasemen.

Artinya, kebangkitan Bezzecchi di Inggris membuahkan hasil sangat positif dengan finish podium di sprint dan race daya dengan hasil lompatan posisi dari P4 ke P2 klasemen.

Sebuah hasil terbilang istimewa setelah keterpurukan tanpa poin dalam 4 main race terakhir plus cidera yang membutuhkan operasi khusus.

Datang ke Silverstone dengan kondisi fisik yang belum 100% fit, meraih dua kali podium menjadi hasil yang sangat disyukuri pembalap didikan Valentino Rossi itu.

"Saya senang, saya senang!" katanya singkat saat diwawancarai media usai balapan, dengan nada tersendat dan kondisi fisik yang tampak sangat kelelahan.

Setelah drama  panjang berupa kecelakaan nberat, penampsaran petugas lintasan, dan hukuman larangan balap di seri Rep.Ceko, come.back Bezzecchi di Inggris disambut positif fans MotoGP dengan aplaus di Sirkuit, komentar positif di medsos,  dan bahkan bigboss MotoGP Carmelo Ezpeleta merasa penting untuk datang langsung ke psrc ferme menemui dan menyemangati Bezzecchi. 

Usai Inggris,  Bezzecchi sudah punya program khusus untuk mempercepat penyembuhan bahunya. Tersedia waktu cukup banyak sampai GP Aragon pada 30 Agustus mendatang.

"Mulai Aragon dan seterusnya, itu adalah perang," tegas Bezzecchi memberi sinyal perlawanan kepada Martin maupun Marquez yang dinilai sebagai rival terberat Bezzecchi dalam perburuan tahun ini, dan tentunya tak boleh juga mengabaikan Ogura dan Fernandez yang bisa jadi kuda hitam. (*)