Memotret Brand Ban Giti dengan Inovasi Produk Terkemuka di Industri Ban Global

Jum'at, 31/07/2026 10:45 WIB | Wilfrid Kolo
Berbagai produk ban Giti yang didisplay di Booth Giti di helatan GIIAS 2026
Berbagai produk ban Giti yang didisplay di Booth Giti di helatan GIIAS 2026

mobilinanews (Jakarta) – Brand ban Giti merupakan merk ban karya anak bangsa yang telah mendunia. Berada di bawah payung PT Gajah Tunggal Tbk, Giti justru lebih dikenal di berbagai negara dunia ketimbang di Indonesia.

Giti baru masuk di Indonesia pada akhir tahun 2024, namun dengan cepat telah merambah pasar ban Tanah Air. Produk pertamanya adalah ban Giti Control P10, diikuti Giti Sport S2 dan terbaru adalah Giti Xcusion RT.

Ketiga produk inidibangun dengan teknologi Advanztech berasal dari Jerman yang memiliki kualitas terbaik untuk mendukung kenyamanan berkendara.

Produk ban Giti Control P10 merupakan perpaduan sempurna antara kenyamanan dan kendali yang menggaransi kenyamanan bagi kendaraaan. Ban ini bisa digunakan untuk mendukung kenyamanan berkendara di mobil penumpang.

Selanjutnya, ban Giti Sport S2 mempunyai keunggulan dari sisi pengendalian yang responsif dan punya raliable wet grip atau memiliki saya cengkram yang andal di jalan basah. Cocok untuk berbagai mobil penumpang seperti MPV atau SUV.

Sementara ban terbarunya Giti Xcusion RT merupakan ban yang mampu menjinakan berbagai medan offroad, mulai dari tipikal jalan bergelombang, berpasir batu hingga medan berlumpur ekstrem.

Ban terbaru Giti Xcusion RT cocok untuk mobil-mobil penjelajah seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Hilux, atau Isuzu D-Max.

Inovasi Teknologi Ban Tingkat Dunia

Sebagai brand ban yang telah dipakai di lebih dari 100 negara, Giti punya keunggulan karena mengedepankan teknologi terbaru dengan standar tertinggi yang menjamin kualitas, keselamatan dan performa ban.

Head of Marketing Division PT Gajah Tunggal Tbk, Marcelina Dewi mengatakan pengembangan produk yang dilakukan oleh Giti selalu diunggulkan karena diracik dengan teknologi terbaik yang tidak hanya lahir dari laboratorium, tapi sampai pada lintasan pengujian ekstrem sirkuit.

"Dalam pengembangan produk, kita menggunakan Advanztech, dimana kita bicara soal safety, comfort, quality, hingga endurance-nya. Itu semua dipikirin dan itu terbukti di berbagai negara,” kata Marcelina Dewi di Karawang, Kamis (23/7/2026).

Head of Marketing Division PT GT Radial Tbk, Marcelina Dewi berbagi informasi tentang Brand Giti

Hal di atas bukan isapan jempol, karena produk-produk Giti sudah dipakai oleh 300 model mobil dari merk-merk ternama seperti BMW, Tesla, BYD, Volkswagen dan masih banyak lagi.

“Ban Giti ini sudah dipercaya oleh mobil pabrikan besar sebagai OEM. Dia sudah dipakai oleh 300 model kendaraan seluruh dunia, antara lain BMW, Tesla, BYD, Volkswagen. Jadi mereka itu, sudah banyak kerjasama dan menggunakan GT. Jadi ketika mereka mengelurkan mobil dari pabriknya, unitnya sudah langsung pakai ban Giti,” bebernya.

Bukti keunggulan paling menakjubkan dari performa ban Giti terkonfirmasi dalam pencapaian world record, ketika BYD Yangwang menggunakan ban GitiSport e.GTR2 Pro, mampu menembus kecepatan 496.22 Km/jam dalam percobaan di Yunan Extrem. Rekor dunia ini menjadikannya sebagai mobil tercepat di dunia hingga saat ini.

Selain itu, pihak Giti juga sudah pernah berkolaborasi dengan Volkswagen yang menggunakan mobil listrik ID.Buzz keliling dunia. Ban Giti yang lain juga pernah menjadi official tire di ajang balap F3. 

Dengan berbagai prestasi global yang sudah ditorehkan Giti bersama partnernya, kehadiran mereka di Tanah Air tentu menjadi sebuah keuntungan bagi perkembangan industri ban di Indonesia, karena teknologi yang mereka miliki.

Asal tahu saja, sebagai brand global Giti tidak hanya mengantongi sertifikasi seperti SNI, tapi juga dari Eropa, Cina, Middle East, yang berkaitan dengan sertifikasi dari sisi endurance dan safety produknya.

“Untuk R&D-nya, kita punya di global, selain di Indonesia. Ada di Amerika, Cina dan di Eropa. Jadi ada empat area R&D Center dan ada satu tire testing center di Indonesia,” tukas Marcelina.