Nekat tapi Terukur! Talan Skeels-Piggins Melesat 320,2 Km/Jam Cuma Pakai Otot Tubuh Bagian Atas

Kamis, 01/10/2026 16:35 WIB | Ade Nugroho
Talan Skeels-Piggins
Talan Skeels-Piggins

Mobilinanews (Jakarta) - Kecepatan di atas 300 km/jam di atas roda dua bukan cuma soal nyali, tapi juga teknis, kontrol penuh, dan presisi tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Talan Skeels-Piggins, pengendara asal Inggris yang mengalami paraplegia (kelumpuhan dari pinggang ke bawah), setelah berhasil memecahkan rekor kecepatan darat di Lapangan Terbang Elvington, dekat York, Inggris.

Menunggangi Suzuki Hayabusa berdaya turbo yang disesuaikan secara ekstrem, Talan berhasil menembus angka 320,2 km/jam pada percobaan kelima sekaligus terakhirnya. Pencapaian ini resmi menobatkan Talan sebagai pemegang rekor kecepatan darat Inggris terbaru untuk kategori pengendara paraplegia.

Modifikasi Ekstrem Demi Kecepatan dan Keselamatan

Mengendalikan motor super cepat tanpa dukungan kekuatan kaki membutuhkan rekayasa mekanis yang tidak main-main. Tim teknis merancang ulang tata letak kontrol Suzuki Hayabusa tersebut agar seluruh fungsi penanganan—mulai dari perpindahan gigi, pengereman, hingga posisi tubuh—bisa dioperasikan penuh melalui tangan dan tubuh bagian atas Talan.

Sektor dapur pacu pun mendapat suntikan sistem turbocharger untuk mengompa tenaga ekstra di atas kemampuan standar Hayabusa. Pasalnya, mempertahankan kestabilan garis lurus pada kecepatan 320 km/jam di bawah terpaan angin kencang (crosswind) Elvington menuntut penyaluran tenaga yang instan dan presisi.

Trauma Kecelakaan dan Fase Paling Berisiko

Keberhasilan Talan tidak dicapai tanpa beban psikologis. Mengalami kecelakaan fatal lebih dari dua dekade lalu hingga kehilangan fungsi kakinya sempat membuat Talan berpikir dua kali sebelum melakukan aksi ini. Ia mengaku sempat berada di titik ingin membatalkan percobaan karena bayangan trauma kecelakaan masa lalu.

"Proses memperlambat motor setelah mencapai kecepatan maksimum adalah salah satu tahap yang paling saya khawatirkan," ungkap Talan saat diwawancarai oleh Motorcycle News (MCN).

Pada kecepatan di atas 300 km/jam, proses deselerasi atau pengereman menuntut gravitasi dan penahanan beban tubuh yang luar biasa berat pada bagian stang. Tanpa jepitan paha pada tangki (tank grip) seperti pembalap normal, risiko kehilangan keseimbangan saat mengocok rem sangatlah tinggi.

Pembuktian Dedikasi 11 Tahun

Keputusan Talan untuk tetap memutar gas hingga batas maksimal akhirnya terbayar tuntas. Proyek riset dan latihan yang telah ia rintis selama kurun waktu 11 tahun tersebut membuahkan hasil manis di lintasan lurus.

Suzuki Hayabusa sekali lagi membuktikan reputasinya sebagai platform legendaris untuk proyek modifikasi kecepatan ekstrem, sementara Talan Skeels-Piggins membuktikan bahwa batasan fisik bukan penghalang untuk menaklukkan adrenaline di level tertinggi.