Dodge Viper Antara Ada Dan Tiada

Senin, 18/01/2016 21:25 WIB |

mobilinanews (Global) - Pada tahun 1992, Dodge menciptakan sebuah mobil supercar GT pertama. Nama mobil itu diilhami seekor ular yang bernama Viper. Banyak orang menyimpulkan kalau model Viper lebih condong ke supercar GT ketimbang sebuah muscle car seperti Ford Mustang Cobra yang sama-sama bernama  belakang seekor ular berbisa.

Kini, banyak orang meragukan sisi keselamatan dari supercar bermesin V10 berkapasitas 8000-8400 cc itu. Ini dikarenakan kantung udara (airbag) tirai yang tidak terpasang pada mobil karena kekurangan ruang.

Hal ini menjadikan Viper tidak aman untuk dikendarai. Mengacu pada peraturan FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standard) nomor 226, airbag tirai harus ada di setiap mobil mulai tahun 2017.Ini berarti mobil yang pernah ikut serta dalam ajang Le Mans 24 jam itu akan berhenti diproduksi pada 2017.

Padahal tanpa airbag tirai, kabin Viper memang sempit, terutama di headroom. Pantas saja harga Dodge Viper agak murah dibanding Aston Martin Vanquish atau Maserati GranTurismo yangmerupakan supercar dari Eropa.

Sergio Marchionne selaku CEO FCA (FiatChryslerAutomobile) sempat meragukan apakahmobil ini akan dipensiunkan. Sempat terpikir di benaknya akan dibangun mobil supercar misterius bermesin V6 milik Maserati atau penerus ME-412 yang merupakan satu-satunya supercar dari Chrysler.

Tapi Sergio berkata seperti dikutip Carbuzz. "Viper ini semacam buruh cinta. Sebuah mobil yang mempesona dan dirakit dari tangan-tangan terampil asal Detroit Amerika.  Sayangnya, mobil ini terkenal sulit dikendalikan walau memakai chassis baru sekali pun,” ujar Sergio.

Kita masih bertanya-tanya apakah Viper akan tetap diteruskan atau tidak. Sebab rencananya,Viper generasi berikutnya akan bermesin ramah lingkungan (hybrid) layaknya Porsche 918, Ferrari Laferrari dan Mclaren P1.

Apakah Viper generasiberikutnya akan lebih aman, cepat dan mudah dikendarai? Kita lihat saja nanti. (Teks Berto Pramadya)

KATA KUNCI