Mitsubishi Serahkan Laporan Investigasi Tahap Awal ke Pemerintah Jepang

Sabtu, 30/04/2016 09:38 WIB |
Salah satu model Mitsubishi yang data konsumsi BBM-nya tidak sesuai dengan hasil pengujian
Salah satu model Mitsubishi yang data konsumsi BBM-nya tidak sesuai dengan hasil pengujian

Jakarta - Menepati komitmennya untuk tetap terbuka serta turut bertanggung jawab atas skandal data efisiensi BBM empat produk Mitsubishi di Jepang, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku authorized distributor kendaraan merek Mitsubishi di Indonesia kembali mengumpulkan para media untuk membahas perkembangan kasus ini.

Kembali hadir di tengah-tengah awak media yang berkumpul di kawasan SCBD, Hisashi Ishimaki selaku Presiden Direktur PT KTB didampingi Intan Vidia Sari, Head of MMC PR Dept PT KTB. diselingi makan malam bersama.

Dalam penjelasannya, Ishimaki menyampaikan langsung tentang informasi terbaru terkait skandal yang mencoreng Mitsubishi di Jepang ini.

"Saat ini tim komite sudah menyerahkan laporan hasil investigasi awal kepada kementerian transportasi Jepang. Kabar tersebut langsung disampaikan oleh Tetsuro Aikawa," jelas Ishimaki.

Dari keterangan resmi Mitsubishi Motor Corp (MMC) menyebutkan bahwa langkah awal penyelesaian kasus ini adalah dengan membentuk Komite Investigasi Khusus yang terdiri dari para ahli luar Mitsubishi yang terdiri dari para advocat dan pengacara. "Tugas mereka nantinya adalah mengungkapkan fakta serta mewawancarai orang-orang yang terlibat dalam masalah ini, kemudian menganalisa kasus dan memberikan saran serta laporan hasil dalam waktu 3 bulan kedepan," tambah Ishimaki.

Seperti diketahui, Mitsubishi Jepang harus berurusan dengan pemerintah Jepang terkait ketidak sesuaian data pengujian konsumsi bahan bakar yang mereka serahkan kepada Kementerian Darat, Infrastruktur, Transport dan Pariwisata Jepang.

Pengujian tersebut melibatkan 4 model mini-car Mitsubishi, eK Wagon, eK Space, Dayz dan Dayz Rooz yang di distribusi kepada Nissan Motors Corporation sejak tahun 2013.

Hal ini awalnya diungkapkan oleh Nissan yang melakukan pengetesan ulang terhadap dua modelnya, Dayz dan Dayz Rooz. Dari hasil data pengujian mereka, ternyata ditemukan hasil berbeda dengan dengan yang diklaim oleh Mitsubishi.

"Ada kesalahan metode pengujian yang dilakukan dalam mencari angka konsumsi bahan bakar. Sebenarnya target awal itu ditetapkan konsumsi bahan bakar adalah 26,4 kpl. Setelah meeting internal, diputuskan untuk meningkat jadi 29,2 kpl. Yang jadi permasalahan adalah karena mobil tersebut diuji menggunakan metode High Speed Coasting Test, dimana seharusnya yang digunakan adalah metode Speed Coasting Test saja," jelas Ishimaki.

Atas kejadian ini, Mitsubishi Jepang (MMC) langsung menggelar press conference dan meminta maaf secara terbuka melalui President & Chief Operating Officer MMC, Tetsuro Aikawa. (Zie)