mobilinanews (Jakarta) - Kasus kecurangan di SPBU Pertamina 34.12305 Rempoa yang berhasil ditangkap tangan oleh pihak kepolisian mengundang reaksi keras dari PT Pertamina (Persero) yang langsung menggelar press conference hari ini, Selasa (7/6) di SPBU Pasti Prima Abdul Muis, Jakarta Pusat.
Atas kejadian ini, PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Vice President for Corporate Communication dan Jumali, General Manager Marketing Operation Region (MOR) III PT Pertamina (Persero) memohon maaf kepada masyarakat.
"Atas nama PT Pertamina (Persero) kami meminta maaf atas kecurangan yang sudah dilakukan oleh oknum di SPBU 34.12305 Rempoa. Dan Pertamina juga sangat mengapresiasi kerja Polisi yang berhasil mengungkap kasus kecurangan ini," ucap Wianda di hadapan media.
Menurut Wianda, pihak Pertamina bersama Badan Meteorologi selama ini juga turut melakukan investigasi kepada SPBU yang bersangkutan. Namun Pertamina tidak melihat adanya kecurangan tersebut.
"Laporan dari pihak Kepolisian mengatakan sulit sekali secara kasat mata untuk melihat ada hal yang abnormal di SPBU tersebut. Bahkan laporan audit selama 4 bulan terakhir juga hasilnya baik-baik saja," terang Wianda.
Teknologi canggih yang digunakan oleh oknum SPBU untuk melakukan kecurangan takaran liter BBM merupakan modus operandi baru dan ini menjadi sebuah pelajaran bagi Pertamina sendiri.
"Kami tidak akan mentolerir kecurangan ini, dan mulai hari ini kami sudah tidak akan menyalurkan distribusi ke SPBU tersebut dan kami stop pengoperasiannya," tambah wanita cantik yang mengaku cukup geram atas kejadian ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi berhasil membongkar tindak kecurangan berupa pengurangan takaran BBM di SPBU 34.12305 Rempoa akibat salah satu laporan konsumen yang merasa curiga.
Polisi dalam kasus ini telah menahan 5 pelaku yang terdiri dari 3 pengelola dan 2 karyawan. Mereka memiliki fungsi dan tugas masing-masing dalam melakukan kejahatan terorganisir ini.
"Kita mendukung apapun keputusan dan hasil penyidikan dari kepolisian dan tidak ada diskriminasi sama sekali. Semua kita serahkan sepenuhnya," pungkasnya. (Zie)