Ini Skenario Antisipasi Macet Arus Balik Yang Disiapkan Korlantas

Kamis, 07/07/2016 21:06 WIB |

mobilinanews (Jakarta) - Sabtu dan Minggu (10-11/7) ini diprediksi akan menjadi puncak arus balik. Pihak kepolisian pun telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai kemacetan, agar tidak ada lagi kemacetan horor seperti saat arus mudik di Brebes Timur Exit (Brexit) .

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agung Budi Maryoto mengaku sudah menyiapkan beberapa opsi penanganan macet. Salah satu fokus kemacetan adalah di pintu tol.

"Di Brebes Timur  dan  Pejagan, saya sudah koordinasi dengan pengelola jalan tol nanti ditambah jumlah personil. Pasalnya  di sana nanti tidak ada transaksi hanya ngambil kartu tol. Jadi petugas akan ditambah sehingga pro aktif menghampiri kendaraan sebelum masuk tol," kata Agung di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/7).

Lalu, pengalihan kendaraan yang ada di tol juga menjadi salah satu opsi. Polisi sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk mengurangi volume kendaraan di dalam tol.

"Pertama Brexit 3:1 dari Semarang, 3 arah Jakarta, 1 kan sudah ngurangi nanti 5 Km Brexit saya tarik lewat barat. 5 Km lagi saya tarik lewat Pejagan, nah mereka ketemu di Palimanan nanti kalau sudah 5 Km, harus digratiskan bayar tol. Itu bagian rekayasa lalu lintas," jelas Agung.

Contraflow juga akan diberlakukan saat volume kendaraan sudah tidak sepadan lagi dengan kapasitas jalan. Namun, itu hanya bisa dilakukan untuk jalur pantura. Untuk jalur selatan tidak bisa diberlakukan contraflow karena jalan yang sempit.

Permasalahan lain yang ditemui para pengendara saat arus mudik adalah sulitnya mendapatkan BBM di beberapa titik tol. Di beberapa ruas jalan tol ada rest area yang tidak menyediakan SPBU, bahkan di Brexit cukup sulit untuk mendapatkan BBM. Untuk mengatasi hal ini, Agung mengaku sudah memiliki cara.

"Jadi keluhan masyarakat mudik kemarin di Tol Cipali tidak ada SPBU di rest area. Jadi saya sudah sama jemput bola ketemu dengan pimpinan Pertamina, nanti disediakan mobil pickup yang isi kemasan BBM pertamina di rest area di Cipali," tuturnya.

"Yang jarak SPBU jauh akan ada mobil pickup stasioner yang melayani masyarakat yang mau beli BBM paling tidak 10 liter karena di pickup paling kemasan 10 liter," ungkap Agung.
Mudah-mudahan semua pihak bekerja sama ikut mengantisipasi macet arus balik kali ini. (budi santen)