Roy Suryo Menolak Rencana Pembatasan Usia Mobil Tua
Rabu, 04/02/2015 12:47 WIB |
mobilinanews - Tentang rencana Pemda DKI Jakarta membatas usia kendaraan dan menaikkan pajaknya, ditentang KMRT Roy Suryo. Penasehat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) itu justru meminta agar Gubernur Basuki T Purnama tidak melempar wacana yang tidak perlu, dan terbukti tidak bisa diterapkan.
“Kami atas nama PPMKI yang selama ini justru merawat dan melestarikan kendaraan warisan sejarah, menolak rencana pembatasan usia kendaraan itu. Masih banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Misalnya, percepat pembangunan MRT, monorail, ERP hingga segera bangun 6 rual tol dalam kota,” ujar Roy kepada Mobilinanews.com di Jakarta, Minggu (1/2).
Mantan Menpora ini malah menunjuk beberapa wacana mengatasi macet yang dilontarkan Ahok hanya sebatas wacana. Seperti pembatalan penerapan nomor ganjil genap, penghentian pembangunan monorail, deep tunnel hingga double decker. “Mending memberesi Transjakarta yang bermasalah itu, dengan mengatur waktu tempuh yang lebih pendek,” lanjutnya.
Jakarta itu berbeda dengan Singapura atau Chicago (Amerika Serikat) yang telah memiliki mass transportation yang rapi dan murah. Sehingga pembatasan usia kendaraan (mobil kuno) dan pengenaan tarif mahal untuk pajak kendaraan lama itu belum mendesak untuk diberlakukan.
Malah kata Roy Suryo, kalau akhirnya mobil-mobil kuno itu dikenakan tarif pajak mahal nanti yang rugi pemertintah DKI sendiri. “Masyarakat justru akan membayar pajak di daerah, tapi mobilnya akan tetap di Jakarta. Dan pelarangan mobil kuno selain pelat B masuk Jakarta itu konyol. Pemilik mobil kuno itu juga spesifik yang meski membayar pajak untuk setahun, memakai mobilnya ada yang seminggu sekali dan bahkan sebulan sekali di jalan raya,” pungkas Roy.