Pole Dovizioso Karena Ducati Manfaatkan Pengalaman Rossi

Minggu, 26/06/2016 05:20 WIB |

motorinanews - Mengikuti racing line Valentino Rossi di sirkuit Assen, Belanfa adalah cara paling benar dalam kualifikasi dalam kondisi trek separuh basah dan separuh kering. Namun, jelas bukan slip stream yang mengantar Andrea Dovizioso merebut pole di lintasan berjuluk The Cathedral itu.

Lebih tepatnya manajemen ECU Ducati yang pas dengan kondisi `trek separuh` itu. Ducati memang memanfaatkan pengalaman pebalap asal Italia, Rossi dan suplier ECU Magneti Marelli yang lebih dulu mereka pakai.

Hal ini diakui Dovizioso."Aku memang beruntung berada di belakang Rossi saat lap penentuan. Tapi, strategiku juga pas. Dengan seting mendukung, aku pakai ban basah dan hanya melakukan satu lap pemanasan," jelas Italiano itu.

 Yup, Rossi memang memberi `senter` yang menyoroti `shiratal mustaqim` alias jalan lurus di The Cathedral. Tapi, sekali lagi, isu manajemen ECU standar MotoGP yang memang bikin sulit pembalap yang minim pengalaman memgatasi trek kering-basah, basah kering Assen.

"Aku seperti kebingungan. Harus memilih ban apa yang akan kupakai. Sasis pun makin membuatku tidak percaya diri," aku Dani Pedrosa yang gagal lolos ke Q2 karena jatuh sesi kualifikasi Q1.

 Namun, lepas dari itu, sesi kualifikasi seri VIII MotoGP memang menunjukkan banyak motor sulit mendapat grip. Lintasan licin hanya menambah masalah minimnya gigitan ban ke aspal.

"Aku sudah memakai sasis baru yang lebih baik saat di Catalunya. Tapi, motor masih tetap liar," ungkap gacoan tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales.

Ia juga sempat cium aspal Assen saat Q2. Ducati, yang dikenal paling liar, terlihat lebih jinak. Mereka sudah lebih berpengalaman dengan ECU yang disuplai Magneti Marelli. Alhasil, Desmosedici GP16 lebih anteng di lintasan Assen yang berkelok.

Ini akan menguntungkan Dovizioso dan Andrea Iannone saat balapan. Tapi, jika mereka mengatur siasat mengekor Rossi dan baru unjuk tenaga GP16 di lap akhir. Kalau tidak, Rossi akan menambah koleksi kemenangan di Assen jadi 10 kali. (Teks : Aries Susanto; Foto : mcn.com)