motorinanews – Menjadi pembalap rasanya menjadi impian sebagai remaja penyenang dunia otomotif. Apalagi kalau bisa jadi juara nasional supersport 600c dan merasakan pengalaman internasional sekelas Ahmad Jayadi.
“Dulu saya juga mulai dari balap liar tahun 1992 di Taman Mini dan Cibubur, tapi setahun kemudian motor rusak malah rusak. Saat itulah, saya mendapat saran untuk ikutan balap resmi Yamaha Sunday Race di Kemayoran,” kata pria yang pernah merasakan balapan MotoGP pada tahun 1997 bersama Valentino Rossi.
Menurut pria pemilik bengkel AHASS dan AJM (Ahmad Jayadi Motorsport) di jalan raya Pondok Gede no. 1A (seberang Pondok Gede Plaza) Bekasi, balapan sepeda motor di Indonesia kini lebih berkembang variatif.
“Ada road race, drag race dan lain-lain. Intinya bentuk balapan motor semakin banyak dan lebih mudah. Dunia balap motor di Indonesia kini pun sudah lebih maju. Yang diperlukan adalah edukasi dari para pihak terkait, termasuk mengenai hal jika untuk menjadi pembalap tidak harus kaya. Saya pun dulu memulai balapan bukan dari kalangan berada,” pungkas pria yang memiliki fasilitas dyno di bengkel AJM-nya.
Sukses terus dengan bisnis bengkel dan tim balapnya… (foto: Budsan/mobilinanews)