motorinanews - Sejenak mata Bernadette menerawang ketika memasuki ruang bengkel ProTechnic di Rempoa, Tangerang, untuk pemotretan. Ada gerak geram di wajah wanita yang punya darah Belanda dan Tiongkok itu. Lirih terucap dari bibir tipisnya, "Jadi baper. Ingat dulu. Gue kalah seksi dari motor mantan gue."
Tak lama, Bernadette lenggokkan gerak menantang. Sangat matang diusianya yang ke-25. Ia ingin buktikan kulit kuning langsatnya lebih mulus dan cerah dari baluran cat di tangki. Lekuk tubuhnya lebih seksi dari lingkar tangki yang biasa dikempit mantannya.
Menatap gerak Bernadette gemulai. Seakan mengundang mata terus mengintip dari celah lensa kamera. Ingin menelannya, meski yang tertelan hanya liurku.
Ketika "kaki kijang" Bernadette diangkat, sekilas celah itu terlepas dari lindungan kain tipis. Berulang dan berulang kain tercecer, Bernadette seolah tak peduli. Ahhh... Terlalu cepat berlalu kejadian-kejadian itu!
Tapi, matanya sayu menatapku, membuatku salah tingkah. Tatapan itu jadi liar. Tak kalah liar dari semburan tenaga mesin CB400 partnernya berpose.
"Aku masih bingung. Kenapa dia lebih suka mengelus motornya," bisik Bernadette lagi.
Sekali lagi Bernadette jadi tertantang. Seakan ingin buktikan dirinya lebih seksi dibanding motor yang sudah dimodifikasi, sekalipun.
Jaket itu tak hendak dikancinginya. Lekuk sensitif itu makin jelas terpapar lensa kameraku. Gerak gemulainya berubah jadi menantang. Gerakan Bernadette makin mengundang.
Cukup! Aku tidak tahan! Kamu memang lebih seksi dari motor modifikasi. Seandainya aku jadi mantanmu.
(Teks : Aries Susanto; Foto : ASK)