mobilinanews (Austria) - Kemenangan Marc Marquez di main race GP Austria, Minggu (17/8) tak hanya pecah telor karena kemenangan perdananya di GP Austria sejak debut MotoGP pada 2013. Ini sekaligus buka peluang mengunci gelar di markas rival besarnya, Valentino Rossi.
Usai Austria, putaran balap MotoGP berikutnya dimainkan di GP Hungaria, Catalunya dan San Marino di Misano pada 12-14 September 2025.
Seperti diketahui, Rossi adalah rival berat Marquez dan sampai saat ini hubungan pribadi mereka tak baik-baik saja. Para penggemar fanatik mereka pun ikut bermusuhan.
Nah, Misano itu adalah home race Rossi dan para anak didiknya di VR46 Academy. Tak lain karena markas besar sekaligus domisili Rossi berada di Tavuilla, tak jauh dari sirkuit Misano.
Setiap hajatan MotoGP di Misano, pendukung Il Dottore selalu penuh sesak meski Rossi sudah pensiun sejak akhir 2021.
Bisa dibayangkan betapa dongkolnya nanti fans fanatik Rossi jika Marquez justru.mengunci gelar 2025 di Misano, sekaligus gelar ke-7 di kelas primer dan menyamakan 7 gelar kelas utama yang selama ini hanya milik Rossi.
Potensi itu terbuka karena usai seri Austria kini Marquez mengumpulkan total poin 418, meninggalkan Alex Marquez di P2 dengan gap 142 poin.
Jika tren double winner (sprint dan main race dengan poin maksimal 37 per seri) berlanjut hingga San Marino maka total poin Marquez usai balapan di kandang Rossi itu menjadi 529.
Syarat menjadi juara dunia di kandang VR46 itu adalah jika pada saat itu Marquez sudah unggul minimal 222 poin atas si adik kandungnya. Artinya, usai Misano, nilai poin Alex hanya menjadi 307 saja. Dengan catatan dari tiga seri beruntun Hungaria, Catalunya dan Misano pembalap tim Gresini Ducati itu hanya memetik poin maksimal 31 poin saja karena usai Austria total poin Alex baru 276.
Jika selisih poin menjadi 222 usai Misano, maka Alex tak mungkin lagi mengejar gelar dalam 6 seri balapan hingga akhir musim karena maksimal poin yang bisa ia raih hanyalah 37 x 6 = 222.
Dengan performa buruk Alex belakangan ini maka hal itu sangat mungkin terjadi. Di Austria misalnya, ia hanya finish P10 dengan ganjaran 6 poin.
Jika bermain kasar dalam arti Alex pun ingin abangnya mengunci gelar di kandang Rossi maka ia pun bisa atur hasil balapannya sendiri sesuai syarat yang dibutuhkan. (r)