Pasar China Rontok 25%, Toyota Kian Terjepit Krisis yang Lebih Parah di Timur Tengah

Kamis, 04/06/2026 14:15 WIB
Ade Nugroho


Toyota
Toyota

mobilinanews (Jakarta) - Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota, tampaknya lagi harus putar otak di awal tahun 2026 ini. Berdasarkan data penjualan terbaru yang mereka rilis, penjualan global Toyota tercatat turun selama tiga bulan berturut-turut hingga bulan April kemarin.

Secara total, penjualan global mereka menyusut 3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 849.306 unit (angka ini sudah termasuk lini mobil mewah mereka, Lexus).

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar global? Yuk, kita bedah situasinya.

China dan Timur Tengah Jadi "Lampu Kuning"

Penurunan paling berasa datang dari pasar luar Jepang yang merosot hingga 7,5 persen. Dua wilayah yang paling bikin ketar-ketir adalah Timur Tengah dan China.

  • Timur Tengah: Wilayah ini mencatat penurunan paling brutal. Penjualan Toyota di sana anjlok sampai 33,7 persen, dan cuma bisa memasarkan sedikit di atas 31.000 unit saja.

  • China: Pasar mobil terbesar di dunia ini juga lagi gak ramah buat Toyota. Penjualan mereka drop 25,4 persen. Laporan dari Reuters menyebutkan kalau kondisi pasar yang makin menantang dan kompetisi sengit (terutama dari gempuran brand mobil listrik lokal China) jadi alasan utamanya.

  • Amerika Serikat: Di pasar terbesarnya ini, performa Toyota juga terpantau agak lesu dengan pelemahan tipis 4,6 persen.

Satu-satunya Kabar Baik? Pasar domestik mereka di Jepang justru melonjak 24,2 persen. Konsumen di Jepang buru-buru beli mobil setelah sempat menunda belanja karena nunggu kepastian kebijakan pajak lingkungan yang baru.

Sisi Produksi Justru Ngegas

Uniknya, meski jualan lagi seret, pabrik-pabrik Toyota justru lagi produktif. Produksi global mereka di bulan April malah naik 2,0 persen dibanding tahun lalu.

Ngegas-nya produksi ini didorong penuh oleh lonjakan produksi sebesar 12,9 persen di kawasan Asia. Untungnya, performa pabrik di Asia ini berhasil nutupin minusnya angka produksi yang terjadi di Amerika Serikat dan Jepang.

Kenapa Ini Menarik Buat Kita?

Buat kita yang berada di usia produktif, dinamika industri seperti ini menarik banget buat dipantau. Penurunan penjualan Toyota di China membuktikan kalau lanskap otomotif dunia sudah berubah total. Brand legendaris yang puluhan tahun merajai jalanan pun bisa goyang kalau kalah cepat beradaptasi dengan tren kendaraan listrik (EV) dan perang harga yang agresif dari kompetitor baru.

Tag

Terpopuler

Terkini