Mobilinanews (Sachsenring) - Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan taringnya dalam persaingan ketat Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026.
Menyelesaikan putaran ke-11 yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pembalap andalan Honda Team Asia ini sukses mengamankan posisi finis ke-8 (P8) setelah melalui pertarungan sengit sepanjang 23 laps.
Di sirkuit legendaris sepanjang 3.671 meter tersebut, Veda berhasil menyentuh garis finis dengan catatan waktu total 33 menit 18,351 detik. Veda hanya terpaut jarak 15,657 detik dari sang pemenang balapan, Brian Uriarte asal Spanyol.
Konsistensi ritme balap yang ditunjukkan pembalap tanah air ini juga tercermin dari kecepatan rata-rata balapannya yang menyentuh angka 152,1 km/jam di tengah lintasan Sachsenring yang terkenal teknis dan menuntut fisik.

Meski berhasil finis di posisi ke-8, salah satu sorotan paling spektakuler dari penampilan Veda di GP Jerman kali ini adalah performa motor Honda miliknya yang mampu dipacu dengan luar biasa di lintasan lurus.
Berdasarkan data resmi, Veda Ega Pratama sukses menasbihkan diri sebagai pembalap tercepat di lintasan dengan mencatatkan kecepatan puncak absolut tertinggi sebesar 216,4 km/jam, mengungguli seluruh pembalap lain di kelas Moto3, termasuk para rider KTM.
Tidak hanya sekali, konsistensi Veda di trek lurus juga terbukti lewat lima catatan kecepatan tertinggi terbaiknya yang seluruhnya berada di atas 215 km/jam, menghasilkan rata-rata top speed fantastis di angka 215,5 km/jam.
Keberanian Veda untuk bertarung di barisan depan memang sudah terlihat sejak awal balapan, di mana ia mencetak waktu putaran tercepat pribadinya pada lap ketiga dengan torehan 1 menit 25,985 detik.
Catatan waktu yang impresif ini membuatnya terus menempel ketat rombongan utama. Kendati demikian, ketatnya duel dan agresivitas para pembalap di sirkuit yang sempit ini sempat memberikan tekanan tersendiri.

Veda sempat mendapatkan peringatan batas lintasan atau track limits warning dari pengawas balapan. Hal ini menuntutnya untuk tampil lebih disiplin dan presisi di sisa lap terakhir demi menghindari penalti yang bisa merugikan posisinya.
Tambahan delapan poin berharga dari Sachsenring ini membuat posisi Veda Ega Pratama kian kokoh di papan atas klasemen sementara. Kini, Veda bertengger di peringkat keenam dunia dengan mengoleksi total 90 poin dari sebelas seri yang telah berjalan.
Di tabel klasemen, Veda saat ini unggul dari rival terdekatnya asal Malaysia, Hakim Danish yang mengemas 86 poin, serta pembalap Argentina, Valentin Perrone dengan 79 poin, sementara puncak klasemen masih dikuasai oleh Maximo Quiles dengan raihan 231 poin.
Kendati demikian, penampilan impresif di Jerman ini menjadi modal penting sekaligus pembuktian bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing dan menjadi ancaman nyata di level kejuaraan dunia.