Dari Kampus Reformasi, Trisakti 4x4 Menuju Prestasi Dunia. Termasuk di Rally `Gendeng` Dakar

Rabu, 24/06/2026 16:15 WIB
Rulin purba


Sebagian dari anggota Trisakti 4x4, latar belakang beragam. (Foto: ist)
Sebagian dari anggota Trisakti 4x4, latar belakang beragam. (Foto: ist)

mobilinanews (Jakarta) - Universitas Trisakti Jakarta dikenal sebagai Kampus Reformasi berkat peran aktif civitas academica-nya pada aksi mahasiswa 1998. Belakangan juga dikenal kampusnya para aktivitis otomotif, khususnya di ajang 4×4.

 Trisakti 4x4,  begitu namanya, adalah klub offroad yang berjalan seiring dengan kegiatan rutin Komunitas Otomotif IKA Trisakti.

Trisakti 4x4 bukan sekadar nama. Dibentuk pada 31 Mei 2021 oleh 13 oranģ pendiri, anggotanya berasal dari kalangan mahasiswa, karyawan maupun alumni Trissakti. Koprah anggotanya tak bisa dianggap biasa-biasa saja. Banyak anggota yang aktif menekuni hobi adventure offroad maupun kompetisi.

Salah satu prestasi menakjubkan anak Trisakti 4x4 ditorehkan oleh Samie Zacky yang berhasil mengibarkan Merah Putih di garis finish Rally Dakar edisi 2026 di hamparan gurun Arab Saudi. Itu reli marathon paling gendeng sedunia dari sisi ketahanan fisik kru maupun mobilnya dan pastinya teknologi pendukung. Semoga saja Samie bisa ikut lagi di edisi 2027 dan tetap tampil di baris depan.

Dan, dalam usia klub 25 tahun saat ini, personel klub Trisakti 4x4 pun tercatat sebagai pionir dan pengembang aktivitas keren bernama Overland atau dulu disebut sebagai fun offroad. Tapi ini lebih ringan karena spek mobil peserta overland tak perlu seribet mobil 4x4 dengan segala modifikasinya.

"Ini lebih merupakan wisata offroad ke alam bebas, camping bersama, tanpa harus gunakan mobil spesifik. Mobil sehari-hari pun bisa masuk karena kegiatan tidak melalui jalur alamiah yang ekstrem," ucap Reza 'Echa' Hariputra, Ketua Umum Trisakti 4x4 yang dalam beberapa tahun ini sangat aktif mengembangkan kegiatan overland di dalam negeri maupun ke gelanggang antar negara.

Echa dan kawan-kawan dari Trisakti maupun klub lain, terbilang aktif mengikuti overland di dalam dan di luar negeri. Mereka bahkan kini menjelma menjadi penyelenggara level nasional dan internasional. Bulan depan, misalnya, mereka menggelar kegiatan lintas negara Indonesia,Malaysia dan Brunei Darussalam. 

"Perkembangan penggemarnya sangat positif. Peserta sampqi harus dibatasi agar pengaturannya lebih rapi dan nyaman," lanjut Echa, putra Harry Sanusi, salah satu founder IOF ini.

Echa sangat yakin pertumbuhan overland ke depan sangat bagus. Tak lain karena Indonesia sudah begitu banyak menyediakan pesona alam yang begitu indah dan luas yang memesng harus ditempuh dan dinikmati  dengan mobil ke pedalamannya.

Ya, harusnya memang demikian tujuannya. Terutama terkait dengan slogan heroik yang selama ini dikumandangkan berbagai institusi resmi untuk mengembangkan sports tourism di negeri tercinta ini. 

Echa dan kawan-kawannya yang relatif anak-anak muda kreatif dan inovatif, tidak menggebu-gebu bicara sports tourism, tapi sudah lebih dulu menjalankannya dengan awal seadanya sampai kini siap menjadi event internasional.

Tentu mereka butuh dukungan dari berbagai pihak terkait. Pasalnya, alam Indonesia memang sangat berpotensi jadi lahan sports turisme berkat variasi kesenangan dan tantangan yang terhampar di banyak daerah.

Pastinya bukan kebetulan kalau arena petualangan sekaliber Camel Trophy memilih Indonesia sebagai satu-satunya negara di dunia yang menggelar event Camel Trophy sebanyak 3 kali. Tak lain karena pesona alam itu.

Akhirnya, selamat ulang tahun perak untuk Trisakti 4x4 dan semoga sukses selalu untuk Echa dan kawan-kawan! (r)

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini