Mobilananewd.com, Jakarta, Kala matahari belum terlalu meninggi sejumlah anggota Motor Besar Indonesia (MBI) chapter Depok sambangi resto penyedia masakan khas Jawa, Warung Solo. Sebelumnya para rider moge itu menyusuri jalan ibukota menikmati indah kota, dan rehat di warung tersebut di Cilandak Timur, Minggu (02/07).
Para rider itu terus memutari jalan kota dan tentunya perjalanan mereka menghindari area CFD Sudirman Thamrin dan sisi barat jalan Rasuna Said tepatnya di depan gwding Kemenkes karena ada kegiatan olahraga bersama. Maka jalur yang mereka lewati mennghindari jalan tersebut meski mampir ke kawaan Senayan.
Dari sana, para anggota MBI chapter melanjutkan perjalanan dengan satu tujuan Warung Solo, tempat rehat komunitas motor. Ada slogan tak tertulis di kalangan komunitas motor, "kalau belum mampir ke Warsol, komunitas Anda belum diakui keberadaannya", itulah kenapa Warung Solo kerap disambangi komunitas motor.
Sesampai di halaman parkir Warsol, keringat para rider belum sempat mengering namun beberapa pesanan mereka sudah tersedia di meja terutama minuman, dan memang 'happynya" konsumen Warsol karena resto ini memungkin untuk pesan via telepon sebelum kita datang ke sana.
Lelah? Ya wajar mereka baru saja menempuh perjalanan dari Depok menuju titik kumpul di seputar Senayan lalu ke arah Cilandak Timur. Di lokasj rehat yang selalu menjadi pilihan komunitas motor, mereka menikmati hidangan khas Warung Solo.
Warsol dikenal sebagai resto penyedia masakan Jawa khususnya Solo, seperti nasi liwet, nasi gudeg, selar Solo dan lainnya. Begitupun minumannya ada wedang jahe, jahe-sereh, kopi, teh Solo, es degan, dan banyak lagi.
17 anggota MBI chapter Depok, dibawah kordinasikan Agung member MBI yang banyak pengalaman terutama terkait touring. Usai melepas lelah di Warsol, para rider MBI pun kembali ke rumah, namun ada kesan yang tak bisa mereka lupakan dengan Warsol, menunya lezat mengingatkan kita pada masakan orangtua kita, dan pramusajinya yang santun lagi ramah. Warsol akan selalu menerima kedatangan komunitas motor, karena bagi Warsol mengembalikan semangat rider usai toiring adalah kebanggaaan mereka.