MotoGP 2026: Tak Ada Team Order, Aprilia Biarkan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi Saling Gempur Sampai Race Terakhir

Kamis, 24/09/2026 21:27 WIB
Rulin purba


Duo Aprilia, orge Martin dan Marco Bezzecchi. (Foto: GnG-crash)
Duo Aprilia, orge Martin dan Marco Bezzecchi. (Foto: GnG-crash)

monilinanews (Italia) - Usai GP Austria lalu Jorge Martin (Aprilia) krmbaki ke puncak klasemen dengan keunggulan 12 dan 42 poin atas Msrc Marquez dan Marco Bezzecchi (Aprilia).

Perburuan gelar mereka bertiga masih  bakal seru karena masih ada 7 seri balap terakhir. Ketujuh sirkuit ini karakternya ada yang lebih cocok dengan Aprilia dan sebaliknya ada pula condong ke Ducati. 

Meski hanya 7 seri balap lagi dan tertinggal 42 angka, peluang Bezzecchi masih terbuka setidaknya dari hitungan matematika. Pasalnya masih ada 259 poin yang diperebutkan.

Karena hal itu pula CEO Aprilia Massimo Rivola  menegaskan tak ada team order untuk Msrtin dan Bezzecchi. Tak ada kewajiban mereka untuk saling membantu untuk mempersulit Marquez menjadi juara dunia lagi.

"Kami takkan memikirkan team order sepanjang pembalap kami masih berpeluang secara matematika poin," tegas Rivola kepada media Sky Italia dan Crash.net. 

Konsep team order mencuat karena Bezzecchi kini sudah tertinggal 42 angka dari rekan serimnya, Martin. Satu hal lagi, mentalitas Msrtin menghadapi tekanan psikologis  Marquez saat duel lebih teruji dibandingkan Bezzecchi. Itu tampak jelas saat Bezzecchi ditempel dan 'diganggu' Marquez di Austria dan akhirnya kecelakaan.

Marquez pun mengakui hal itu. Usai GP Italia di Mugello  Marquez sudah pasrah jika gagal meraih gelar tahun ini.

"Tapi  rival saya kemudian membuat beberapa kesalahan dan itu membuka kembali peLuang saya," katanya merujuk beberapa kesalahan fatal Bezzecchi,  salah satunya menampar Marshall di Hungaria sehingga dihukum tak boleh tampil di seri Rep.Ceko.

"Usai Mugello saya sudah tertinggal 102 poin. Jila ia (Bezzecchi) finish rutin P2 saja saya akan gagal jadi juara meski memenangkan seluruh seri sisa. Saat ini saya menang bukan karena saya paling kencang tetapi sebagian karena lawan saya bikin kesalahan."

Tapi  itu tadi,  Rivola ingin memberi kesempatan yang sama buat kedua jokinya meski sudah pasti di akhir musim ini Martin pindah tim ke Yamaha. Yang paling penting buat Rivola adalah keberhasilan perdana Aprilia meraih gelar jawara di MotoGP

Idealnya memang Bezzecchi yang juara dunia agar sempurna buat Aprilia  yakni pembalap Itala yang juara dengan besutan motor Italia. Dan  Bezzecchi masih punya sempatan. Syaratnya kata Rivola, Bezzecchi harus fokus, percaya diri dan mampu memenej mentalitas bertarungnya saat di lintasan.

"Saya maklum situasi persaingannya tahun ini di level atas membuatnya dapat tekanan besar. Kami akan terus membantunya dalam hal itu " tutup Rivola pada kesempatan yang berbeda. 

"Saya harap kedua pembalap saya sama-sama masih berpeluang meraih gelar hingga tikungan terakhir pada race terakhir. Jika demikian maka saya tak perlu memikirkan strategi team order," jelasnya.(r)

 

 

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini