WEC 2026 Jepang: Hujan Deras Bikin Kualifikasi Batal, Sean Gelael Tegaskan Siap Comeback dari P14!

Sabtu, 26/09/2026 16:30 WIB
bagas


Sean Gelael #32 - Team WRT - FIA WEC 2026 Fuji (Foto: WEC)
Sean Gelael #32 - Team WRT - FIA WEC 2026 Fuji (Foto: WEC)

Mobilinanews (Fuji) - Atmosfer luar biasa menyelimuti Sirkuit Fuji kala gelaran kejuaraan balap ketahanan FIA WEC 2026 berlangsung. Keunikan serta antusiasme tinggi dari para penggemar lokal selalu berhasil mencuri perhatian para pembalap maupun seluruh kru tim yang bertanding di sana.

Salah satu sajian ikonik yang paling dinantikan penonton adalah tradisi Circuit Safari pada sesi Free Practice 3. Momen langka ini memberikan kesempatan emas bagi para fan untuk mengelilingi trek menggunakan bus saat mobil balap tengah melaju kencang.

Sayangnya, keceriaan pada Sabtu (26/9) terganggu oleh cuaca buruk yang mendadak menerjang kawasan sirkuit. Curah hujan yang sangat deras mengguyur lintasan secara terus-menerus, hingga menciptakan tantangan besar bagi seluruh pembalap yang berlaga.

Meski sesi FP3 sempat dituntaskan selama satu jam penuh, eskalasi cuaca justru kian memburuk setelahnya. Kondisi berbahaya ini memaksa pihak penyelenggara membatalkan agenda krusial seperti sesi Kualifikasi dan Hyperpole bagi kelas LMGT3 serta Hypercar.

Genangan air yang amat tebal menurunkan jarak pandang pembalap hingga pada titik kritis di lintasan. Situasi semakin genting ketika jet darat Ferrari milik tim Vista AF Corse nomor 21 yang dikemudikan Francois Heriau melintir dan menghantam pembatas.

Melihat risiko keselamatan yang sangat tinggi, Eduardo Freitas selaku Race Director FIA WEC mengambil tindakan tegas. Ia secara resmi menghentikan seluruh sisa kegiatan Sabtu demi mengantisipasi potensi kecelakaan susulan yang jauh lebih berbahaya.

Dampak pembatalan kualifikasi membuat penentuan posisi start harus merujuk pada regulasi darurat. Grid balapan utama akhirnya ditetapkan melalui penggabungan catatan waktu putaran terbaik dari tiga sesi latihan bebas yang telah dilangsungkan sebelumnya.

Keuntungan besar diraih oleh tim Alpine nomor 36 yang sukses mengamankan pole position di kelas utama Hypercar. Raihan mengesankan ini berhasil mereka kunci berkat performa impresif serta catatan waktu lap terbaik yang ditorehkan pada sesi latihan FP2.

Sementara itu pada kategori LMGT3, dominasi ditunjukkan oleh kubu Proton Competition nomor 77. Skuad tersebut berhak mengawali balapan dari urutan terdepan setelah torehan waktu tercepat mereka di sesi FP2 tidak mampu ditandingi oleh rival-rivalnya.

Kondisi berbeda harus dihadapi oleh skuad Team WRT nomor 32 yang terpaksa memulai laga dari posisi ke-14. Urutan start ini dipastikan setelah mengacu pada catatan waktu putaran tercepat yang diukir Augusto Farfus pada sesi FP1 yakni 1 menit 40,617 detik.

Kendati harus mengawali perlombaan dari papan tengah, optimisme tinggi tetap terpancar dari kubu WRT 32. Augusto Farfus bersama dua rekan setimnya, Sean Gelael dan Darren Leung, meyakini performa mobil BMW M4 GT3 milik mereka tetap sangat kompetitif.

Rasa hormat mendalam disampaikan oleh Sean Gelael atas kesetiaan para penggemar yang bertahan di tribun. Sebagai Brand Ambassador Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron, ia mengapresiasi tinggi dedikasi penonton walau harus diguyur hujan deras seharian.

"Terus terang kami sangat meminta maaf kepada para penonton yang sudah hadir di Fuji. Mereka sudah datang dan duduk di tribun bahkan saat hujan turun dengan deras, tapi akhirnya Qualifying dibatalkan," tutur Sean Gelael saat memberikan keterangannya.

Meski sesi kualifikasi batal tergelar, harapan besar kini tertuju pada jalannya balapan utama hari Minggu. Sean dan seluruh kru bertekad menyajikan pertunjukan balap yang sengit serta menghibur demi membayar tuntas dukungan luar biasa para penonton.

Tag

Terpopuler

Terkini